LombokPost - Para pencinta astronomi dan keindahan malam di seluruh Indonesia patut bersiap.
Tahun 2025 menawarkan rangkaian fenomena langit yang memukau, di mana Bulan akan tampil luar biasa dalam tiga kali kesempatan Supermoon yang terjadi secara berurutan.
Supermoon, yang merupakan momen ketika Bulan Purnama bertepatan dengan titik terdekatnya dari Bumi (perigee), menghasilkan penampakan Bulan yang terlihat hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya. Fenomena ini menjadi salah satu daya tarik utama langit tahun 2025.
Baca Juga: Kalender Langit 2025, Bulan Purnama dan Parade Planet Raksasa Menyapa Pecinta Astronomi
Jadwal dan Fakta Tiga Supermoon 2025
Tahun 2025 akan menyuguhkan tiga Supermoon utama.
Yang semuanya terjadi pada akhir tahun, dimulai dari musim gugur di belahan bumi utara.
- Harvest Moon: Pembuka Rangkaian di Bulan Oktober
Supermoon pertama sudah menghiasi langit pada 7 Oktober 2025. Bulan Purnama di hari itu, yang dikenal sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen, mencapai puncaknya pada pukul 10.47 WIB. Meskipun puncak perigee (jarak terdekat ke Bumi) terjadi pada 8 Oktober, jarak terdekat Bulan saat Purnama berada di ≈361.458 km.
Nama "Harvest Moon" sendiri diberikan karena cahaya terangnya membantu para petani memanen di malam hari.
- Beaver Moon: Supermoon Terdekat dan Tercerah
Bersiaplah untuk penampilan terbesar! Supermoon kedua di tahun 2025 akan terjadi pada 5 November 2025 dan dijuluki Beaver Moon.
Fenomena ini diprediksi menjadi yang paling spektakuler di tahun ini. Fase Bulan Purnama akan terjadi pada pukul 20.19 WIB, dengan jarak terdekat dari Bumi mencapai ≈356.980 km. Jarak yang paling minimal ini menjadikan Supermoon November sebagai yang paling besar dan paling cerah dibandingkan dua Supermoon lainnya.
- Cold Moon: Penutup Tahun yang Memukau
Rangkaian Supermoon 2025 akan ditutup oleh Cold Moon pada 4 Desember 2025. Bulan Purnama akan mencapai puncaknya pada pukul 06.14 WIB, dengan jarak terdekat dari Bumi sekitar ≈357.219 km.
Meskipun bukan yang terdekat, Supermoon ini tetap akan tampil mempesona dan menjadi penanda berakhirnya fenomena bulan besar di tahun 2025.
Catatan: Supermoon 5 November diperkirakan menjadi yang paling dekat dengan Bumi, menjadikannya Supermoon terbesar tahun ini.
Oktober: Sang Pembuka Sekaligus Paling Langka
Supermoon pertama tahun ini, yang terjadi pada 7 Oktober 2025, mendapat julukan khusus sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen. Nama ini diberikan karena cahaya terangnya membantu para petani pada malam hari untuk memanen hasil bumi.
Menurut catatan astronomi, Harvest Moon yang jatuh pada bulan Oktober tergolong langka. Pada Supermoon 7 Oktober, fase bulan purnama terjadi pada pukul 10.47 WIB, dan jarak terdekat Bulan ke Bumi mencapai ≈361.458 km. Sementara, posisi perigee sejatinya terjadi pada 8 Oktober 2025 pukul 19.35 WIB.
Waspada Dampak Pasang Surut Air Laut!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan penting terkait rangkaian Supermoon ini.
Tarikan gravitasi Bulan yang sangat dekat dengan Bumi dapat menyebabkan fenomena pasang surut air laut menjadi lebih ekstrem.
Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, seperti pesisir Sumatera Utara dan beberapa titik di Jakarta (Kapuk Muara, Pluit, Kamal Muara), diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir rob atau naiknya air laut ke daratan. Dampak ini dapat berlangsung beberapa hari di sekitar tanggal puncak Supermoon.
Tips Terbaik Menyaksikan Supermoon
Fenomena Supermoon dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, asalkan kondisi cuaca cerah dan tidak berawan.
Waktu Terbaik: Amati saat Bulan mulai terbit (sore hari) karena ilusi optik membuat Bulan tampak lebih besar ketika berada di dekat cakrawala.
Lokasi: Carilah tempat yang minim polusi cahaya, lapang, dan bebas dari halangan seperti gedung tinggi atau pohon rimbun.
Alat: Meskipun dapat dilihat dengan mata telanjang, penggunaan binokular atau teleskop kecil dapat menambah detail menakjubkan pada permukaan Bulan.
Jangan lewatkan ketiga kesempatan istimewa ini untuk melihat Bulan dalam tampilan terbaiknya di tahun 2025!
Editor : Kimda Farida