LombokPost — Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, mendesak masyarakat untuk lebih kritis terhadap tawaran kerja luar negeri, khususnya yang beredar di media sosial.
Judha mengungkapkan salah satu taktik yang digunakan para pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) adalah menyebarkan informasi palsu, termasuk kisah sukses yang direkayasa.
Dalam pernyataannya di Mataram, Judha menyoroti maraknya disinformasi dan janji-janji manis yang kerap menjebak calon pekerja migran.
Ia memperingatkan agar tidak mudah tergiur oleh testimoni yang diragukan kebenarannya.
"Banyak kisah sukses itu rekayasa untuk meyakinkan calon pekerja,” katanya tegas.
Judha Nugraha, yang memiliki rekam jejak panjang dalam perlindungan WNI, menegaskan memilih jalur resmi adalah cara terbaik untuk menjamin keselamatan dan hak pekerja.
Namun, ia mengakui jumlah kasus pekerja migran yang berangkat secara nonresmi jauh lebih banyak, yang menunjukkan adanya tantangan serius dalam sistem migrasi.
“Lewat jalur resmi, risiko jauh lebih kecil karena ada perlindungan negara,” jelasnya.
Menurut Judha, stigma negatif terhadap birokrasi dan biaya penempatan yang dianggap mahal masih menjadi hambatan utama.
Faktor-faktor inilah yang membuat banyak warga memilih jalan pintas, padahal berisiko tinggi.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah didorong agar proses penempatan pekerja migran legal dapat diakses dengan mudah, murah, cepat, dan transparan.
"Tinggal bagaimana upaya kita agar biaya seminimal mungkin,” pungkasnya.
Ia menekankan pentingnya peran negara dalam memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh pekerja migran.
Editor : Kimda Farida