Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo: Zaman Saya Tak Ada ChatGPT, Enak Sekali Kalian Sekarang!

Alfian Yusni • Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberi sambutan di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10). (Foto: instagram)
Presiden Prabowo Subianto saat memberi sambutan di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10). (Foto: instagram)

LombokPost - Presiden Prabowo Subianto menyebut generasi muda saat ini hidup di zaman yang sangat beruntung.

Sebab, mereka tumbuh di tengah kemajuan teknologi seperti internet, YouTube, dan kecerdasan buatan (AI), termasuk ChatGPT, yang memberi banyak kemudahan untuk belajar dan berkembang.

“Sekarang ada alat yang luar biasa untuk anak-anak muda. Ada YouTube, ada internet. Zaman saya dulu enggak ada ChatGPT. Enak sekali kalian ya,” ujar Prabowo sambil tersenyum saat memberi sambutan di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10).

Menurut Prabowo, kehadiran teknologi seperti ChatGPT, YouTube, dan internet telah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar apa pun tanpa batas. Ia menyebut, “Kalau saya dulu mau belajar, harus cari buku. Sekarang cukup buka HP, semua ada.”

Namun, di tengah sanjungan itu, Prabowo Subianto juga memberi peringatan. Teknologi, termasuk AI (Artificial Intelligence), bisa menjadi pedang bermata dua.

Ia menilai, jika disalahgunakan, teknologi justru dapat menyesatkan dan menyebarkan kebohongan secara masif.

“Teknologi bisa menjadi alat untuk menipu, menciptakan hal-hal palsu seolah-olah nyata,” tegasnya.

Presiden bahkan mengaku pernah menjadi korban manipulasi digital. Ia mencontohkan beredarnya video palsu yang menampilkan dirinya seolah-olah pandai bernyanyi, hingga pidato tiruan dalam bahasa Mandarin dan Arab yang sepenuhnya dibuat oleh AI.

“Ini semua menunjukkan bahwa kemajuan teknologi bisa jadi berbahaya kalau tidak digunakan dengan bijak,” kata Prabowo.

Meski begitu, Prabowo tetap menegaskan pentingnya semangat belajar seumur hidup. Ia mengaku hingga kini masih gemar membaca buku setiap hari, selama dua hingga empat jam.

 

“Saya sampai sekarang masih 2, 3, 4 jam tiap hari belajar. Dua jam paling sedikit saya baca,” ujarnya.

Pesan akhirnya sederhana tapi kuat: gunakan teknologi untuk belajar, bukan untuk menipu.

“Teknologi itu pedang bermata dua. Di tangan orang bijak, ia jadi alat kemajuan. Tapi di tangan yang salah, bisa jadi bencana,” tutup Prabowo. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Prabowo Subianto #Era AI #YouTube #kemajuan teknologi #ChatGPT