Efisiensi Anggaran Jadi Kunci, Kemenkeu Beberkan Strategi Fiskal Pemerintah Prabowo-Gibran Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2025
Nurul Hidayati• Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:59 WIB
Barcode Lombok Post
LombokPost – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan serangkaian strategi kebijakan fiskal yang berfokus pada efisiensi dan stimulus likuiditas.
Ini sebagai refleksi keberhasilan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Strategi ini dirancang untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun 2025 tercapai.
Wamenkeu Suahasil menjelaskan sejak awal tahun 2025, Kementerian Keuangan telah mengambil langkah tegas melalui penyisiran anggaran secara masif dan refocusing.
"Program-program yang prioritas kita biayai. Program-program yang tidak penting kita stop," tegasnya.
Anggaran yang berhasil diefisiensikan tersebut kemudian dialihkan untuk mendanai program-program prioritas baru yang langsung berpihak kepada rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dimulai sejak 6 Januari, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan program penting lainnya.
Percepatan Belanja dan Stimulus Likuiditas
Menjelang akhir tahun, pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja APBN sebesar Rp3.500 triliun. Wamenkeu meyakini percepatan belanja ini akan menjadi katalis utama bagi perekonomian.
"Percepatan belanja ini akan menjadi salah satu katalis di perekonomian, mendorong kegiatan ekonomi, dan ini kita harapkan nanti contribute kepada angka pertumbuhan, sudah pasti contribute kepada tadi penciptaan lapangan kerja, dan juga contribute kepada kemiskinan, kesejahteraan, dan yang lain," jelas Wamenkeu.
Selain itu, salah satu stimulus kunci yang ditempuh Pemerintah adalah dengan memindahkan Rp200 triliun kas pemerintah dari Bank Indonesia ke perbankan.
Kebijakan manajemen kas ini bertujuan menyediakan likuiditas (ample) yang cukup di perbankan.
Harapannya, ketersediaan likuiditas ini akan menekan suku bunga, memicu gairah investasi, dan membuat kegiatan ekonomi lebih feasible, sehingga mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Memperkuat Fondasi Ekonomi dan Hilirisasi
Terkait investasi, Wamenkeu Suahasil memastikan kebijakan fiskal berjalan selaras dengan perbaikan iklim investasi melalui reformasi struktural, kepastian hukum, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Seluruh belanja APBN, yang setara sekitar 14 persen dari PDB, digunakan secara strategis untuk mendukung delapan program prioritas Presiden.
Wamenkeu Suahasil Paparkan Strategi Fiskal dan Stimulus Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Secara khusus, Wamenkeu menyoroti hilirisasi sebagai kunci untuk menciptakan investasi dan memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur demi mendukung dunia usaha dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.