Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iuran BPJS Tidak Naik! Menkeu Purbaya: Jangan Otak-Atik Dulu Ekonomi Rakyat

Marthadi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:51 WIB

Melalui rujukan BPJS berbasis kompetensi, pasien akan langsung diarahkan ke rumah sakit yang memiliki alat, dokter, dan fasilitas sesuai hasil pemeriksaan awal. (ist)
Melalui rujukan BPJS berbasis kompetensi, pasien akan langsung diarahkan ke rumah sakit yang memiliki alat, dokter, dan fasilitas sesuai hasil pemeriksaan awal. (ist)
LombokPost - Kabar baik bagi masyarakat! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan naik dalam waktu dekat.

Pemerintah memilih fokus menjaga daya beli rakyat hingga ekonomi benar-benar pulih.

Pemerintah menegaskan belum ada rencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan tahun ini.

Baca Juga: Waspada Bencana dan Genangan: Pemkot Mataram Dirikan Posko Kesiapsiagaan, Fokus Bersihkan Saluran Air

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan.

“Iuran BPJS, saya bilang gini. Ini kan ekonomi baru mau pulih, belum lari. Kita jangan otak-atik dulu sampai ekonominya pulih,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/10).

Menurutnya, waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaian kebijakan seperti iuran BPJS adalah ketika perekonomian nasional tumbuh di atas 6 persen.

Baca Juga: Perwira Menengah Polri Asal NTB Masuk 9 Terbaik Nasional di Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Dengan begitu, masyarakat dinilai cukup kuat untuk ikut menanggung beban bersama pemerintah.

“Kalau ekonomi tumbuh di atas 6,5 persen, artinya masyarakat sudah cukup kuat menanggung bersama dengan pemerintah,” kata Purbaya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan WNA di Selong Belanak, Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Saat ini, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,12 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal II-2025, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi, investasi, dan ekspor, dengan peningkatan tertinggi pada ekspor barang dan jasa sebesar 10,67 persen serta investasi 6,99 persen.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya berharap pemulihan ekonomi terus berlanjut agar masyarakat segera menikmati manfaat pertumbuhan yang lebih inklusif. (*)

Editor : Marthadi
#Kemenkeu #Ekonomi Indonesia #Purbaya Yudhi Sadewa #iuran bpjs #BPJS Kesehatan