Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Provinsi NTB Raih Apresiasi BRIN 2025: Bukti Daerah Kian Serius Kembangkan Riset dan Inovasi

Rury Anjas Andita • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:22 WIB
NTB raih Apresiasi BRIN 2025 berkat optimalisasi riset dan inovasi daerah, bukti komitmen Pemprov NTB dalam pembangunan berbasis ilmu.
NTB raih Apresiasi BRIN 2025 berkat optimalisasi riset dan inovasi daerah, bukti komitmen Pemprov NTB dalam pembangunan berbasis ilmu.

LombokPost- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan prestasi nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menobatkan NTB sebagai salah satu dari delapan provinsi penerima Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan NTB dalam mengembangkan riset dan inovasi sebagai motor pembangunan daerah.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil masuk daftar penerima Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 yang diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

NTB dinilai mampu mengoptimalkan riset dan inovasi daerah untuk memperkuat kebijakan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (DRID) BRIN, Yopi, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (27/10).

“Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 diberikan kepada Pemda yang menunjukkan komitmen, kinerja, dan dedikasi dalam menjadikan riset dan inovasi sebagai dasar pembangunan daerah,” ujar Yopi.

Menurut Yopi, BRIN melalui DRID terus melakukan pembinaan teknis kepada pemerintah daerah berupa fasilitasi, konsultasi, dan bimbingan teknis berkelanjutan.

Penilaian BRIDA Optimal 2025 ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN, untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu mengintegrasikan riset dan inovasi ke dalam kebijakan pembangunan.

Ia menjelaskan, tujuan utama dari penilaian ini adalah meningkatkan peran BRIDA/BAPPERIDA dalam mengoptimalkan hasil riset dan inovasi, baik untuk rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) maupun untuk penyelesaian permasalahan daerah.

“BRIDA tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan kuat dari pimpinan daerah dan pemangku kebijakan lainnya,” tegas Yopi.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko,menyebut ada dua indikator utama dalam penilaian ini, yaitu pemanfaatan rekomendasi kebijakan dan optimalisasi potensi daerah.

“BRIDA/BAPPERIDA mendukung rekomendasi kebijakan berbasis bukti, dan yang kedua, bagaimana memanfaatkan potensi yang ada di daerah. Potensi itu kami lihat sangat spesifik, karena setiap daerah punya keunggulan masing-masing,” jelasnya.

Handoko menekankan, setiap daerah tidak perlu meniru daerah lain, melainkan fokus pada kekuatan riset dan potensi lokal.

“Tidak perlu bingung, kita harus fokus pada apa yang kita miliki. Misalnya, jika suatu daerah memiliki potensi kelautan, maka fokuslah di situ. Sama seperti dunia bisnis, kuncinya adalah fokus,” ujarnya.

Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 diberikan kepada 39 pemerintah daerah di Indonesia. Dari total tersebut, NTB menjadi satu dari delapan provinsi yang masuk kategori Indikator Optimalisasi Potensi dan/atau Penyelesaian Permasalahan Daerah, bersama Bali, DI Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Riau, dan Sumatra Selatan.

Editor : Rury Anjas Andita
#Apresiasi BRIN 2025 #BRIN #riset #Provinsi NTB #Inovasi