LombokPost - Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali mencatat langkah strategis dalam penguatan riset dan inovasi.
Melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lombok Barat menegaskan komitmennya menjadi daerah yang berbasis pada kebijakan ilmiah dan riset terapan untuk pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi menandatangani Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (27/10) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Penandatanganan ini menjadi tonggak baru bagi Lombok Barat dalam memperkuat kolaborasi riset dan inovasi daerah guna mendukung kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy).
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menjelaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari upaya nasional membangun ekosistem riset yang inklusif dan adaptif.
“Hari ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama NKS baru dengan lima pemerintah daerah, yaitu Provinsi Jawa Timur, Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Lombok Barat,” kata Yopi.
Ia menegaskan, BRIN mendorong hadirnya kebijakan berbasis riset di daerah melalui kajian ilmiah yang komprehensif, relevan, dan aplikatif.
Kajian ini diharapkan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Saat ini, BRIN telah menyelesaikan 485 rekomendasi kebijakan yang disampaikan kepada 201 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
“Pada kesempatan hari ini, akan diserahkan 12 rekomendasi kebijakan baru kepada 12 pemerintah daerah. Diharapkan rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan atau program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui Nota Kesepakatan Sinergi (NKS), Kabupaten Lombok Barat akan mendapatkan dukungan riset dari BRIN dalam berbagai sektor prioritas, mulai dari inovasi pertanian dan pariwisata berkelanjutan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data dan sains.
Langkah ini sejalan dengan visi Lombok Barat yang menempatkan riset dan inovasi sebagai fondasi kebijakan pembangunan daerah.
Kolaborasi ini juga menjadi momentum penting bagi Lombok Barat untuk memperkuat BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) sebagai motor penggerak riset lokal yang mampu menghasilkan solusi bagi tantangan daerah, termasuk isu ekonomi kreatif, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan, BRIN juga menggelar Forum Koordinasi Riset dan Inovasi Daerah, yang mempertemukan perwakilan pemda dan peneliti nasional.
Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif untuk merumuskan isu strategis dan kebutuhan daerah yang dapat menjadi kajian bersama pada 2026.
Editor : Rury Anjas Andita