Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebanggaan Alutsista Lokal: Kemhan Borong 30 Unit KSOT Produksi PT PAL Usai Uji Tembak Torpedo Piranha

Redaksi Lombok Post • Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:42 WIB

ALUTSISTA BARU: Kapal rudal cepat (KRC) KRI Golok-688 melintas di wilayah perairan Selat Madura, Sabtu (15/1). (Armatim for Jawa Pos/JPG)
ALUTSISTA BARU: Kapal rudal cepat (KRC) KRI Golok-688 melintas di wilayah perairan Selat Madura, Sabtu (15/1). (Armatim for Jawa Pos/JPG)
LombokPost --  Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menunjukkan komitmen serius terhadap modernisasi pertahanan laut nasional dengan mengamankan 30 unit Kapal Selam Otonom (KSOT) atau Unmanned Submarine Vehicle.

Keputusan pembelian besar-besaran ini menyusul keberhasilan uji tembak torpedo Piranha yang diluncurkan dari KSOT pada Kamis (30/10). Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan langsung demonstrasi teknologi canggih ini di perairan strategis.

Pengadaan 30 unit alutsista laut ini akan memperkuat kemampuan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Uji tembak torpedo Piranha dari KSOT tersebut sukses dilaksanakan di Perairan Dermaga Madura, Markas Komando Armada (Koarmada) II Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tidak sendirian, ia didampingi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.

Keberhasilan peluncuran ini menjadi tonggak sejarah bagi industri pertahanan dalam negeri.

Kita sudah lihat sendiri, ini merupakan satu peluncuran perdana KSOT dan penembakan perdana torpedo yang kita buat sendiri oleh awak PT PAL,” ungkap Sjafrie saat diwawancarai oleh awak media.

Menhan Sjafrie menegaskan, dengan keberhasilan memproduksi dan mengoperasikan KSOT dan torpedo Piranha, Indonesia kini sejajar dengan negara-negara adidaya.

Menurutnya, Indonesia menjadi negara keempat di dunia yang mampu memproduksi dan menggunakan Kapal Selam Otonom jenis ini, mengikuti jejak Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Tiongkok. Prestasi ini merupakan lompatan besar bagi teknologi militer Indonesia.

Ini adalah kebanggaan kita, bahwa anak bangsa bisa memproduksi alutsista yang setara dengan negara-negara global di bidang teknologi militer,” jelas Menhan. Penguasaan teknologi KSOT ini membuktikan kapasitas anak bangsa dalam menciptakan alutsista modern.

Keberhasilan uji tembak torpedo tersebut segera membulatkan niat Kemhan untuk mengakuisisi 30 unit KSOT buatan PT PAL.

Menhan Sjafrie mengungkapkan bahwa 30 unit Kapal Selam Autonomous tersebut sangat diperlukan untuk mengisi sejumlah titik strategis atau choke point di perairan Indonesia. Mantan Panglima Kodam Jaya tersebut menargetkan, KSOT untuk TNI AL ini sudah dapat tersedia dan dioperasikan pada tahun depan.

Bahwa kita perlu 30 kapal selam autonomous untuk menjaga choke point yang ada di perairan nasional kita,” imbuhnya. Pengadaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan maritim nasional.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Sjafrie Sjamsoeddin #torpedo #KSOT #pt pal #rudal