Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Klarifikasi Isu Pertalite: Hasil Uji Lemigas Tunjukkan Bahan Bakar Sesuai Spesifikasi, Pertamina Perkuat Komitmen Layanan

Kimda Farida • Sabtu, 1 November 2025 | 15:16 WIB
Mars Ega Legowo Putra
Mars Ega Legowo Putra

LombokPost--Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menindaklanjuti keluhan konsumen terkait isu bahan bakar.

Berkoordinasi dengan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan ahli dari ITS, perusahaan mengonfirmasi bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Jawa Timur menunjukkan hasil “on spesifikasi” atau sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan apresiasi atas kepedulian publik dan menjelaskan langkah cepat yang telah dilakukan.

“Kami memberikan atensi serius agar tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat. Izinkan kami terus berbenah, memperbaiki layanan untuk lebih baik,” tegas Mars Ega.

Baca Juga: Kepala Dusun di Lombok Utara Soroti Ribetnya Pelayanan Administrasi Kependudukan

Langkah-langkah konkret yang telah diambil meliputi, membuka posko pengaduan di sejumlah SPBU.

Melakukan pengecekan di hampir 300 SPBU di Jawa Timur, serta menegakkan SOP ketat untuk memastikan kualitas dan mencegah kontaminasi.

Bersikap tegas terhadap pihak mana pun, baik internal maupun eksternal yang melanggar SOP.

Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas, Cahyo Setyo Wibowo, mengonfirmasi bahwa hasil pengujian sampel Pertalite yang diambil langsung dari SPBU menunjukkan kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam SK Dirjen Migas No. 486 Tahun 2017.

“Sampai hari ini didapatkan hasil yang, bahasa secara legalnya, adalah on spesifikasi,” terang Cahyo.

Baca Juga: Lapak Palugada Jadi Raja Transaksi QRIS saat Ajang MotoGP: Penjual dan Pembeli Sama-Sama Dimudahkan

Lemigas dan Ditjen Migas akan terus melakukan analisis lanjutan, termasuk jika ada laporan serupa dari daerah lain.

Ahli Teknik Kimia ITS, Prof. Renanto, menjelaskan bahwa secara teori, karakteristik kimia BBM seperti Pertalite tidak memungkinkan air larut dalam jumlah besar.

Dengan hasil uji yang sesuai spesifikasi, Pertalite dinyatakan bebas air.

“Jadi tidak masalah kalau Pertalite digunakan sebagai bahan bakar untuk motor, hanya spesifikasi kebutuhan BBM motornya harus disesuaikan,” jelas Prof. Renanto.

Pendapat ini diperkuat oleh pernyataan praktisi. 

Juanda, seorang perwakilan mekanik bengkel otomotif di Surabaya, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan di bengkelnya, sebagian besar keluhan “brebet” pada kendaraan lebih sering disebabkan oleh masalah teknis seperti busi yang sudah aus, tekanan pompa bensin, atau sensor injeksi.

“Dari banyak kasus yang datang, ternyata yang paling sering penyebabnya ada di busi. Setelah diganti, mesin langsung kembali normal,” kata Juanda.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mengecek kondisi kendaraan terlebih dahulu sebelum menyimpulkan penyebabnya.

Kepala Unit Intelkam Polres Surabaya, Iptu Taufik, mengapresiasi sinergi dan keterbukaan semua pihak dalam memberikan klarifikasi kepada publik.

Ia menekankan peran penting media dalam menyampaikan informasi secara jernih dan proporsional untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan.

Sebagai BUMN, Pertamina tidak hanya berperan sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai “Rumah Energi” yang nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung di SPBU agar konsumen merasa, “Ini Rumah Kita.”

Editor : Kimda Farida
#uji laboratorium pertalite #pertamina patra niaga