Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

INDONESIA SIAGA! Puncak Musim Hujan Tiba, BMKG Imbau Waspada Banjir dan Longsor Massif

Nurul Hidayati • Selasa, 4 November 2025 | 16:33 WIB
TIBA LEBIH AWAL: Hujan di Kota Mataram sudah mulai mengguyur Selasa (6/9) lalu. Stasiun Klimatologi BMKG Provinsi NTB memperkirakan musim hujan baru mulai di dasarian kedua Bulan Oktober mendatang.( IVAN/LOMBOK POST)
TIBA LEBIH AWAL: Hujan di Kota Mataram sudah mulai mengguyur Selasa (6/9) lalu. Stasiun Klimatologi BMKG Provinsi NTB memperkirakan musim hujan baru mulai di dasarian kedua Bulan Oktober mendatang.( IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sebagian besar wilayah Indonesia kini resmi memasuki puncak musim hujan.

Dengan kondisi atmosfer yang sangat aktif, masyarakat diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan.

Dikarenakan akan ada risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, meningkat drastis.

 Baca Juga: BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan November–Februari 2026, di NTB Berpotensi Curah Hujan Sangat Tinggi

Sinyal Kuat: Hujan Lebat di Jawa Hingga Papua

BMKG mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat telah mengguyur wilayah padat penduduk seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta.

Curah hujan harian bahkan telah mencapai kategori lebat hingga sangat lebat (80-150 mm per hari) di beberapa lokasi.

Apa Penyebabnya?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa penyebab utama situasi ini adalah kombinasi beberapa faktor alam:

Monsun Asia Aktif: Angin Monsun Asia yang membawa banyak uap air sudah aktif.

 Baca Juga: MUSIM HUJAN TIBA! Waspadai “Duo Maut” ISPA dan DBD

Suhu Muka Laut Hangat: Suhu perairan di sekitar Indonesia lebih hangat, yang memicu penguapan dan pembentukan awan hujan besar.

Fenomena Atmosfer Tambahan: Aktivitas seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Kelvin aktif secara bersamaan.

Ini meningkatkan suplai uap air secara signifikan.

Kapan Puncak Musim Hujan Tiba?

Saat ini, sekitar 43,8% wilayah Indonesia (306 Zona Musim/ZOM) sudah memasuki musim hujan. Meskipun puncaknya terjadi bertahap dari November 2025 hingga Februari 2026, periode paling kritis yang wajib diwaspadai adalah Desember 2025 hingga Januari 2026.

Peringatan Siaga BMKG:

Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat (Kategori Siaga).

Waspada Siaga: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Papua.

Potensi Perluasan: Maluku Utara dan sebagian wilayah Sulawesi.

Umum: Aceh, Sumatera bagian selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Ancaman Ganda: Siklon Tropis dari Selatan

Selain musim hujan, pada bulan November ini masyarakat juga perlu mewaspadai ancaman dari selatan: Periode Siklon Tropis. Siklon tropis atau sistem tekanan rendah yang terbentuk di sekitar Samudra Hindia dapat memicu:

Hujan sangat lebat dan angin kencang.

Gelombang tinggi di perairan, terutama di pesisir Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Mengingat dampak merusak siklon tropis yang sering terjadi di Indonesia, BMKG menekankan agar seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman ganda ini.

Langkah Mitigasi: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Dilakukan

Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem di wilayah rawan bencana, BMKG bekerjasama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan pihak terkait sedang melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Tujuan OMC adalah 'memindahkan' hujan dengan menurunkan curah hujan di daerah pegunungan atau waduk sebelum mencapai permukiman padat penduduk, sehingga mengurangi risiko banjir di perkotaan.

Perkembangan La Nina: Tetap Waspada Meski Lemah

Meskipun La Nina (pendinginan Samudra Pasifik) terdeteksi mulai terjadi dengan kategori La Nina Lemah, BMKG memprediksi dampak penambah curah hujan dari fenomena ini tidak akan signifikan bagi sebagian besar wilayah Indonesia. Curah hujan pada November 2025 hingga Februari 2026 diprediksi masih dalam kategori normal.

Namun, faktor-faktor atmosfer lain yang disebutkan di atas sudah cukup kuat untuk menimbulkan bencana.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Imbauan Penting untuk Masyarakat Awam

Mengingat kondisi ini, BMKG memberikan beberapa imbauan praktis:

Siaga Bencana Hidrometeorologi: Waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan.

Keselamatan saat Hujan:

JANGAN BERTEDUH di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang terlihat rapuh saat hujan disertai petir dan angin kencang.

Hati-hati terhadap potensi air yang menggenang dan kabel listrik yang jatuh.

Kesehatan: Tetap jaga kesehatan dan asupan cairan tubuh karena cuaca panas terik pada siang hari masih mungkin terjadi.

Akses Informasi: Selalu pantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG. Aplikasi ini menyediakan prakiraan cuaca yang detail, diperbarui rutin, bahkan hingga tiga jam sebelum cuaca ekstrem terjadi di seluruh kecamatan di Indonesia.

Editor : Pujo Nugroho
#angin kencang #bmkg #Longsor #Banjir #Hujan #Bencana #musim