Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wamen PKP Fahri Hamzah Bongkar Solusi Pemerintah Atasi Masalah Backlog Perumahan di Indonesia!

Nurul Hidayati • Jumat, 7 November 2025 | 22:42 WIB
PERESMIAN: Wakil Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah meresmikan rumah yang dibangun di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, belum lama ini.
PERESMIAN: Wakil Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah meresmikan rumah yang dibangun di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, belum lama ini.

LombokPost - Kebutuhan akan hunian layak huni terus menjadi isu krusial yang dihadapi bangsa Indonesia.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, mengambil peran sentral dalam upaya mengatasi tantangan besar ini.

Ia secara tegas memaparkan latar belakang mendalam di balik implementasi Program 3 Juta Rumah.

 Baca Juga: Fahri Hamzah Minta Warga Jaga dan Rawat Rumah Bantuan Pemerintah

Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa angka backlog perumahan di Indonesia saat ini masih tergolong sangat tinggi.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi justifikasi utama bagi intervensi masif dari pemerintah pusat.

Tujuan utama intervensi ini jelas: mendorong agar sebanyak mungkin masyarakat dapat segera menempati hunian yang benar-benar layak.

 Baca Juga: Fahri Hamzah Ajak Kepala Daerah Bangun Kawasan Pemukiman Layak Huni di NTB Mulai dari Pesisir dan Desa

"Kesejahteraan sebuah keluarga sangat berbanding lurus dengan kualitas tempat tinggal mereka," ujar Wamen Fahri.

Oleh karena itu, program pembangunan perumahan yang dilaksanakan pemerintah kini bukan sekadar proyek fisik semata.

Ini adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara fundamental.

 Baca Juga: Kunjungan Kerja Wamen PKP Fahri Hamzah di NTB, Menata Pinggiran, Membangun Perkotaan

Pemerintah melihat pembangunan perumahan sebagai garda terdepan dalam menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi.

Fahri Hamzah kemudian merinci bahwa upaya ini akan disalurkan melalui tiga skema besar yang terstruktur.

Skema pertama adalah fokus pada perbaikan kondisi eksisting melalui Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Anggaran yang digelontorkan untuk RTLH ini sangat fantastis, mencapai setidaknya Rp43,6 triliun setiap tahunnya.

Targetnya ambisius: merenovasi 2 juta rumah yang saat ini belum memenuhi standar minimum hunian sehat.

Untuk memastikan efektivitasnya, dana material sebesar Rp17,5 juta akan disalurkan langsung per unit rumah.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Langkah ini memotong birokrasi demi percepatan peningkatan kualitas bangunan rakyat.

Selanjutnya, skema kedua menyasar area yang membutuhkan pembangunan holistik, yakni Pengembangan Kawasan.

Untuk satu kawasan yang dikembangkan, alokasi dana mencapai Rp20 hingga Rp22 miliar.

Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi membangun ekosistem permukiman yang utuh.

Infrastruktur dasar seperti IPAL kolektif dan instalasi air bersih menjadi prioritas mutlak dalam skema ini.

Lebih menarik lagi, Wamen Fahri menekankan pentingnya kearifan lokal dalam desain rumah pesisir.

"Rumah pesisir itu seharusnya rumah panggung, bukan rumah beton biasa," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya adaptasi lingkungan.

Kemudian, beralih ke jantung perkotaan, skema ketiga berfokus pada pembangunan hunian vertikal.

Tujuannya jelas: mereduksi dan menata ulang kawasan kumuh yang padat penduduk.

Pembangunan tinggi ini menuntut standar teknis yang lebih tinggi, terutama pada aspek lingkungan hidup.

Kebutuhan mendesak di sini adalah integrasi water treatment system yang canggih.

Sanitasi modern juga harus menjadi standar dalam setiap unit hunian vertikal yang dibangun.

Dengan tiga poros strategi ini, Fahri Hamzah meyakini Program 3 Juta Rumah akan menjadi loncatan besar.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Ini adalah penegasan bahwa Pemerintah serius menjadikan rumah layak sebagai motor penggerak utama kesejahteraan.

Komitmen ini diharapkan segera memangkas defisit perumahan dan memberikan kepastian tempat tinggal bagi jutaan keluarga Indonesia.

Editor : Marthadi
#fahri hamzah #perumahan #Proyek #stabilitas #hunian