Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Riset BRIN Ungkap Jejak Perubahan Iklim dan Kehidupan Manusia Purba di Pulau Jawa

Rury Anjas Andita • Sabtu, 8 November 2025 | 15:44 WIB
BRIN ungkap jejak manusia purba dan perubahan iklim masa silam di Pulau Jawa melalui riset arkeometri terbaru pada forum UISPP 2025.
BRIN ungkap jejak manusia purba dan perubahan iklim masa silam di Pulau Jawa melalui riset arkeometri terbaru pada forum UISPP 2025.

LombokPost - Rekaman perubahan iklim masa silam kini dapat dibaca kembali lewat lapisan tanah Pulau Jawa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan riset terbaru tentang bumi tropis dan jejak manusia purba di Asia Tenggara.

Kajian ini mengungkap bagaimana perubahan iklim ekstrem jutaan tahun lalu membentuk lanskap dan memengaruhi pola hidup fauna serta manusia purba.

Rangkaian temuan tersebut dipaparkan dalam Union Internationale des Sciences Préhistoriques et Protohistoriques (UISPP) Inter-Congress Conference 2025 bertema “Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, and Development” di Salatiga, Jawa Tengah (27/10–6/11).

Kepala Pusat Riset Arkeometri BRIN, Sofwan Noerwidi, menjelaskan hasil penelitian berjudul “Paleoenvironment Reconstruction of the Lower Kaliglagah Formation in the Palaeontological Site Bumiayu, Brebes, Central Java.”

“Penelitian tersebut mengkonfirmasi bahwa Bumiayu merekam osilasi glasial yang berulang fase ketika permukaan laut menurun drastis dan Pulau Jawa tersambung dengan daratan Asia. Rekaman Bumiayu memberi potret konkret bagaimana perubahan iklim membentuk lanskap dan memengaruhi distribusi fauna purba,” ujarnya, Kamis (6/10).

Ia menambahkan, pendekatan stratigrafi terpadu dan analisis isotop memungkinkan peneliti membaca sejarah lingkungan tropis dengan presisi tinggi, menjadi pijakan penting untuk memahami evolusi manusia purba di Jawa.

Riset Baru Ungkap Jejak Manusia Purba di Sogen dan Aceh

Penelitian lain datang dari Ni Luh Gde Dyah Mega Hafsari, Peneliti Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN, melalui riset berjudul “Digging Java’s Middle Pleistocene: Chronostratigraphic, Palaeoenvironmental, and Palaeoanthropological Data from the New Sogen Locality.”

“Temuan lapisan sedimen di Sogen, Jawa Timur, memperlihatkan perubahan vegetasi dan aktivitas vulkanik yang tumpang-tindih dengan keberadaan hominin awal. Data kronostratigrafi dan geokimia memperluas pemahaman tentang hubungan antara perubahan iklim, migrasi fauna, dan jalur persebaran manusia purba di Jawa timur,” jelasnya.

Sementara itu, Taufiqurrahman Setiawan, Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, memaparkan kajian “Regional Responses to Shared Traditions: The Hoabinhian Techno-Complex and the Case of Gua Mabitce, Western Coast of Aceh.”

“Tradisi alat batu Hoabinhian di Aceh menunjukkan kesinambungan adaptasi manusia terhadap lingkungan lembap tropis setelah berakhirnya Zaman Es,” ungkapnya.

Jejak Geologi, Iklim, dan Peradaban di Tanah Tropis

Sinergi tiga penelitian tersebut menggambarkan keterpaduan riset BRIN dalam memotret hubungan antara geologi, iklim, dan kebudayaan manusia purba di Nusantara.

Dari Bumiayu hingga Sogen, para ilmuwan membaca arsip bumi tropis yang tersimpan di lapisan tanah — mengungkap bagaimana manusia, hewan, dan alam beradaptasi dengan perubahan ekstrem.

Melalui forum UISPP 2025, BRIN memperkuat kolaborasi riset lintas-negara untuk memahami dinamika lingkungan tropis dan evolusi manusia purba.

Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan arkeometri, geologi, dan biogeokronologi menjadi bukti komitmen BRIN membangun sains arkeologi berkelanjutan di Indonesia.

Editor : Rury Anjas Andita
#Perubahan Iklim #pulau jawa #BRIN #manusia purba #riset