Pengoperasian kembali ini menandai selesainya seluruh tahapan revitalisasi Terminal 1C yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas bandara. Pembukaan penuh ini menjadi langkah strategis InJourney Airports dalam program transformasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub penerbangan kelas dunia.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Mohammad R. Pahlevi, menegaskan bahwa revitalisasi Terminal 1C ini adalah pencapaian strategis yang penting. Peningkatan kapasitas di Terminal 1C sangat signifikan, melonjak dari 3 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun.
Dengan tambahan ini, kapasitas total Bandara Soekarno-Hatta secara keseluruhan meningkat tajam, kini mampu mencapai 96 juta penumpang per tahun.
“Sejalan dengan selesainya seluruh tahapan revitalisasi, kapasitas Terminal 1C meningkat dari 3 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun, sehingga berdampak pada meningkatnya kapasitas total Bandara Soekarno-Hatta menjadi mencapai 96 juta penumpang per tahun,” kata Mohammad R. Pahlevi, Minggu (9/11). Peningkatan daya tampung ini memperkuat daya saing Bandara Soetta di kancah global.
Pahlevi menambahkan, pengoperasian penuh Terminal 1C ini juga mendukung program rebalancing yang melibatkan realokasi maskapai dari satu terminal ke terminal lainnya.
Tujuan dari rebalancing ini adalah untuk mendistribusikan trafik penerbangan secara merata, memastikan setiap terminal beroperasi optimal dan memberikan kenyamanan penumpang maksimal.
Selain itu, langkah ini merupakan bagian dari upaya traffic management di sisi darat bandara, yang diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas dan membuat akses bandara menjadi lebih nyaman. Sebelumnya, Terminal 2F Khusus Haji dan Umrah juga telah dioperasikan kembali setelah proses revitalisasi selesai.
Hasil revitalisasi Terminal 1C menghadirkan pengalaman perjalanan yang memadukan modernitas dengan kekayaan budaya Indonesia.
“Mengusung desain yang memadukan modernitas dan budaya Indonesia, hasil revitalisasi Terminal 1C menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berkarakter. Elemen khas seperti bata merah terakota, lampu gantung, serta ornamen ikonik Terminal 1 tetap dipertahankan, dipadukan dengan tata ruang dan teknologi mutakhir,” jelas Pahlevi.
Terminal 1C kini juga mengadopsi konsep pemeriksaan keamanan desentralisasi, di mana Security Check Point (SCP) dilakukan di masing-masing gate keberangkatan. Terminal ini dilengkapi 40 check-in counter dan 7 unit baggage conveyor, menjamin fasilitas bandara yang mutakhir.
Editor : Redaksi Lombok Post