LombokPost-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan serangkaian gempa bumi mengguncang beberapa wilayah Indonesia pada Senin, 10 November 2025.
Aktivitas seismik tercatat meliputi wilayah timur Indonesia seperti Papua hingga Maluku, dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 2,3 hingga 5,3.
Melalui akun resmi X Info BMKG, gempa pertama dilaporkan terjadi di timur laut Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 05.15 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,0.
Pusat gempa berada di koordinat 7,42 Lintang Selatan dan 119,08 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini tergolong dangkal, namun belum ada laporan kerusakan maupun dampak signifikan.
Tak lama berselang, wilayah timur laut Supiori, Papua, diguncang gempa lebih besar dengan magnitudo 5,3 pada pukul 05.53 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada di kedalaman 222 kilometer pada koordinat 14,14 Lintang Utara dan 144,97 Bujur Timur. Karena berpusat di laut lepas, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, gempa berkekuatan magnitudo 4,0 juga terjadi di Maluku Utara pada pukul 06.36 WIB. BMKG melaporkan episentrum gempa berada sekitar 6 kilometer timur laut Halmahera Barat pada kedalaman 184 kilometer.
Meski tergolong gempa menengah, guncangan dirasakan di beberapa wilayah sekitar Halmahera.
Tak hanya itu, wilayah Sumbawa, NTB, juga mengalami gempa ringan bermagnitudo 2,3 pada pukul 07.44 WIB.
Pusat gempa berada 23 kilometer barat daya Sumbawa dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyebut gempa ini bersifat dangkal dan tidak menimbulkan kerusakan.
Rangkaian aktivitas seismik hari itu ditutup dengan gempa bermagnitudo 3,5 di wilayah timur laut Seram Bagian Timur, Maluku, pada pukul 08.52 WIB.
Gempa berpusat di kedalaman 34 kilometer pada koordinat 2,92 Lintang Selatan dan 130,49 Bujur Timur.
BMKG menegaskan seluruh data yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pemutakhiran data berikutnya.
Lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu memperbarui informasi resmi dari BMKG guna memastikan kondisi terkini di masing-masing wilayah terdampak.
Editor : Akbar Sirinawa