LombokPost - Sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, dukungan dan kolaborasi internasional menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi sistem pangan Indonesia.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Denis Chaibi menambahkan, Uni Eropa berkomitmen menjadi mitra yang andal bagi Indonesia dalam memastikan produksi beras yang lebih berkelanjutan dan efisien.
Melalui program SWITCHAsia yang didanai langsung oleh Uni Eropa, kami mendorong praktik yang lebih hijau, memperkuat rantai nilai regional, dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Dengan kolaborasi yang tepat, kita dapat membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh dunia," imbuhnya.
Kolaborasi Strategis para Pelaku Sektor Pertanian Beras Dunia
Para pemimpin lintas sektor beras dari seluruh dunia, mulai dari pembuat kebijakan, pelaku value chain (rantai nilai) seperti petani, penggilingan, hingga lembaga riset dan donor internasional akan hadir dan menjadi pembicara dalam forum yang berlangsung selama dua hari ini.
Partisipan berkumpul untuk berbagi inovasi, solusi, serta arah kebijakan dari praktik produksi beras berkelanjutan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Executive Director Preferred by Nature Peter Feilberg menjelaskan, beras bisa menjadi peluang terbesar untuk perubahan positif.
Saat ini pihaknya sudah memiliki ilmu pengetahuan, sehingga solusinya lebih jelas. Yang diperlukan adalah menjembatani sains, kebijakan, dan praktik di lapangan agar transformasi benar-benar terjadi.
"Untuk itu kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama, agar rantai nilai padi menjadi lebih tangguh dan kita mendekati sistem pangan yang lebih tangguh, tanah yang lebih sehat, serta iklim yang lebih stabil,” katanya.
Sejalan dengan tema yang diusung, berbagai bahasan akan didiskusikan, termasuk di antaranya bagaimana sektor beras dapat berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan dunia, sekaligus memperluas akses pasar terhadap produk pertanian berkelanjutan.
Forum bergabung dalam diskusi panel dan breakout session interaktif yang mengangkat isu krusial seperti peluang dan tantangan produksi beras berkelanjutan di Asia dan sekitarnya; praktik pertanian rendah karbon dan akses pasar; peran alat digital, pembiayaan, dan kemitraan dalam memperluas dampak; serta lintasan kebijakan untuk menyelaraskan ketahanan pangan, penghidupan petani, dan agenda iklim.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk membahas pembiayaan hijau, integrasi kebijakan pangan nasional, dan penerapan standar keberlanjutan yang mampu menjawab tuntutan pasar global.
Editor : Pujo Nugroho