LombokPost - Dengan posisi strategis sebagai salah satu produsen beras terbesar di dunia, Indonesia memegang peranan penting dalam menentukan arah transformasi sistem pertanian berkelanjutan dunia ke depannya.
Indonesia menjadi sentra utama untuk inisiatif Proyek Low Carbon Rice guna mendorong praktik pertanian berkelanjutan.
Selama empat tahun terakhir, proyek ini telah membangun keterlibatan aktif para petani, perwakilan pemerintah, hingga pelaku sektor swasta.
Berfokus di lima kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur, proyek ini telah mendukung 67 penggilingan kecil untuk beralih dari bahan bakar diesel ke listrik.
Membangun kemitraan dengan lebih dari 2.650 petani di area seluas 1.037 hektar sebagai bagian dari kemitraan awal menuju produksi beras berkelanjutan.
Memfasilitasi pengenalan beras berkelanjutan di pasar domestik, menghubungkan petani dan penggilingan dengan restoran serta pembeli institusional.
Memperkuat kerangka kebijakan melalui pembentukan Sustainable Rice Platform (SRP) National Working Group dan pengembangan SRP National Interpretation Guidelines for Indonesia.
Mengembangkan praktik produksi beras berkelanjutan yang memiliki korelasi positif dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan
Sutarto Alimoeso, Ketua Umum PERPADI, menambahkan, para penggiling padi juga memegang peranan penting dalam rantai pertanian berkelanjutan.
Salah satu kontribusi yang kami lakukan adalah dengan peralihan dari mesin penggilingan berbahan bakar diesel ke mesin penggilingan listrik.
Dampak setelah peralhan adalah, membantu menekan biaya operasional hingga 40% dan mengurangi emisi karbon hingga sekitar 15 persen.
"Kami melihat langkah ini sebagai wujud nyata transformasi menuju sistem produksi beras rendah karbon. Dengan dukungan kebijakan dan kemitraan lintas sektor, kami yakin praktik ini dapat diperluas ke lebih banyak wilayah,” katanya.
Langkah-langkah seperti ini memperlihatkan dampak nyata dari kolaborasi yang diusung ISRF 2025.
Ketika inovasi, kemitraan, dan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan dapat berjalan beriringan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan dampak lingkungan.
Lebih lanjut, forum ini juga menjadi langkah penting menuju ketahanan pangan yang tangguh dan pengarusutamaan praktik ramah iklim pada sektor perberasan di Indonesia.
Editor : Pujo Nugroho