Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Tragis Siswa SMP di Tangsel, Diduga Jadi Korban Bullying, Sempat Koma Sebelum Meninggal Dunia

Rosmayanthi • Senin, 17 November 2025 | 19:04 WIB

Seorang siswa, MH (13) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, kuat dugaan akibat perundungan.
Seorang siswa, MH (13) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, kuat dugaan akibat perundungan.
LombokPost - Dugaan kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) viral.

Seorang siswa, MH (13) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan. 

Pihak keluarga menyebut, sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit, kondisi MH sudah koma dan tak pernah benar-benar sadar hingga ia menghembuskan napas terakhirnya, pada Minggu, 16 November 2025.

Rizky Fauzi, kakak sepupu korban, menuturkan kondisi itu kepada awak media di Tangerang Selatan pada Minggu 16 November 2025.

"Adik sepupu saya meninggal dunia, di ruang ICU dari sejak masuk ke RS Fatmawati di Jumat-Minggu lalu," terang Rizky. 

Sebelumnya MH sempat dirawat di RS Colombus BSD. Tapi dokter belum bisa mengungkapkan apa sakitnya karena MH saat masuk sudah koma.

Keluarga mengaku belum membuat laporan kepolisian terkait kematian MH karena masih fokus pada proses pemakaman. 

Kendati demikian, mereka menyebut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menyampaikan rencana untuk memberikan sanksi kepada pihak sekolah.

"Yang saya dengar KPAI mau memberi sanksi ke sekolah. Kalau dari pihak keluarga belum melaporkan, karena kita lagi fokus ke sini," tambah Rizky.

 

Sikap Pemerintah Kota Tangsel Setelah MH Wafat

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan ikut mendalami dugaan tindak kekerasan yang menimpa MH sebelum korban diduga mengalami penurunan kondisi hingga meninggal dunia. 

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan turut hadir dalam prosesi pemakaman MH di Serpong, sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban.

“Saya hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke pemakaman MH yang meninggal menyampaikan duka dan mendoakan kubur," ujar Pilar kepada awak media di Serpong, Tangsel, pada Minggu (16/11).

"Alhamdulillah prosesi berjalan lancar didampingi kepala dinas dan anggota dewan,” sambungnya.

Ia menegaskan pihaknya mendukung penuh proses penyelidikan aparat kepolisian terkait dugaan bullying tersebut.

“Kami dari Pemkot Tangsel tentu mengucapkan turut berduka cita. Mudah mudahan almarhum diberi terang kubur dan segala ibadahnya diterima Allah,” lanjut Pilar.

Dinas Pendidikan Kota Tangsel, menurut Pilar, telah melakukan koordinasi bersama KPAI untuk memperkuat aspek perlindungan anak.

Ia menyebut sosialisasi anti perundungan selama ini rutin dilakukan namun kasus ini menjadi evaluasi serius.

“Sejauh ini, Dinas Pendidikan selalu melakukan sosialisasi dan koordinasi agar tidak terjadi perlakuan bullying terhadap siswa," sebut Pilar. 

"Dalam konteks permasalahan hari ini, kami mengucapkan duka cita yang sedalam dalamnya kepada keluarga,” pungkasnya.

 

Dugaan Pemukulan di Kepala

Sebelumnya diberitakan, MH sempat dirawat sejak Kamis pekan lalu di rumah sakit setelah muncul dugaan pemukulan yang dilakukan oleh teman sebangkunya di sekolah. 

Selama lebih dari satu minggu menjalani perawatan, kondisi MH dikabarkan terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, pukul 06.00 WIB.

Dalam kesempatan berbeda, Kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho menceritakan bagaimana ia mendapat kabar itu kepada awak media di Serpong, Tangerang Selatan, pada Minggu, 16 November 2025.

"Kabar duka ini disampaikan pihak keluarga, bilang MH sudah tidak ada saat dibangunkan," ujarnya.

Ia menegaskan, MH sebelumnya merupakan anak yang sehat tanpa riwayat penyakit bawaan.

“Tidak ada riwayat sakit,” kata Alvian.

Terkait dugaan kekerasan fisik, Alvian menyebut kondisi korban mulai memburuk setelah pemukulan yang diduga mengenai bagian belakang kepala.

"Belum tahu hasilnya, pasca pemukulan belakang kepala," ucapnya.

Sementara mengenai proses hukum, Alvian memastikan laporan atas kasus ini telah disampaikan oleh KPAI.

Hingga kini, kasus tersebut menjadi sorotan besar publik dan menjadi pengingat tentang penanganan tegas terhadap isu praktik perundungan di lingkungan sekolah.

Editor : Siti Aeny Maryam
#bullying #meningal dunia #koma #korban #tangsel #smp #MH