Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Status Gunung Semeru Naik ke Level Siaga, Tahun Ini Semeru Sudah Meletus 2.802 kali

Lombok Post Online • Kamis, 20 November 2025 | 15:47 WIB

 

ERUPSI: Seorang pria mengamati aliran piroklastik saat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11).
ERUPSI: Seorang pria mengamati aliran piroklastik saat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11).
 

LombokPost - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, erupsi Rabu (19/11).

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer.

Arah awan panas ke Besuk Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Mengutip Radar Semeru (Grup Jawa Pos), kolom abu berwarna kelabu pekat tampak membumbung tinggi, condong ke barat laut hingga utara.

Ini terekam jelas oleh seismograf Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dengan amplitudo maksimum 40 mm selama 16 menit 40 detik.

Kepala BPBD Lumajang Isnugroho menyebut, sirine peringatan bahaya telah dibunyikan begitu awan panas tercatat meluncur sekitar pukul 14.13 WIB.

Dua tim reaksi cepat segera diberangkatkan ke lereng untuk mengimbau warga menjauh dari aliran sungai yang berhulu di Semeru.

“Dua tim sudah kami terjunkan ke lokasi untuk mengimbau warga menjauh dari zona bahaya,” ujarnya.

Berdasar laporan PVMBG, erupsi lebih besar terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kolom letusan teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik tampak tebal dan bergerak ke arah utara serta barat laut. Hingga berita ini ditulis pukul 17.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Setelah letusan itu, status Semeru naik, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Mukdas Sofian mengingatkan warga dan wisatawan agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak,” katanya.

Sepanjang 2025, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sudah meletus sebanyak 2.802 kali. Letusan besar terakhir terjadi pada 4-5 Desember. (kin/nur/ttg)

Editor : Kimda Farida
#jawa #zona bahaya #gunung semeru #erupsi #awan panas