Dilansir dari Youtube Naura Vlog, Bansos yang dikabarkan akan dihapus di antaranya, Bansos Stunting, Bantuan Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP), dan Bantuan Beras 10 kg.
Meski demikian, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau untuk tidak cemas. Pemerintah disebut tengah merumuskan tiga BLT pengganti yang dinilai lebih tepat sasaran dan efisien, mayoritas akan disalurkan dalam bentuk tunai.
Tiga BLT pengganti yang tengah difinalisasi dan disebut-sebut akan menjadi andalan baru pemerintah adalah:
1. BLT Subsidi Gas LPG 3 Kg
Rencana BLT ini bertujuan mengkonversi subsidi harga gas LPG 3 kg yang selama ini bersifat umum.
BLT direncanakan cair senilai Rp 100.000 hingga Rp 300.000 dan ditargetkan mulai bergulir pada awal tahun 2026.
Penyaluran BLT ini disebut masih menunggu finalisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan diharapkan mampu memastikan subsidi benar-benar dinikmati oleh rumah tangga yang berhak.
2. BLT Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)
Mirip dengan LPG, BLT BBM dirancang untuk mengurangi kebocoran subsidi BBM seperti Solar dan Pertalite yang selama ini masih dinikmati oleh warga mampu.
Dalam Rancangan APBN, subsidi energi akan dialihkan ke BLT tunai. Meskipun besaran pastinya belum ditetapkan, sebelumnya bantuan serupa pernah mencapai angka Rp 300.000 per KPM.
Diharapkan, penerima manfaat BLT BBM ini akan didasarkan pada data tunggal yang baru.
3. BLT Subsidi Listrik PLN
BLT ini akan menggantikan skema subsidi listrik yang besar kepada masyarakat.
Alih-alih memotong biaya tagihan, subsidi kini direncanakan akan diberikan langsung dalam bentuk uang tunai, meski nominal bantuannya masih belum terperinci.
Seiring dengan perubahan skema bantuan, pemerintah juga merombak basis data penerima manfaat. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini menjadi acuan utama, akan diganti dengan sistem baru, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Perombakan data ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi penerima BLT, memastikan bahwa bantuan tunai pengganti benar-benar jatuh ke tangan warga miskin dan rentan.
Selain tiga BLT ini, pemerintah juga menyiapkan bantuan tambahan berupa makan gratis untuk siswa-siswi dan ibu hamil yang penyalurannya akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing.
KPM diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kemensos dan kementerian terkait seputar realisasi program-program baru yang masih dalam tahap finalisasi ini.
Editor : Siti Aeny Maryam