LombokPost - Enam artis ambil bagian dalam pementasan teater Monoplay Melati Pertiwi.
Hana Malasan, salah satunya. Ini merupakan kali pertama dirinya menjajaki panggung teater.
Menurut Hana, energi yang dikeluarkan untuk tampil di atas panggung lebih besar daripada berakting di depan kamera.
“Tegangnya beda banget, harus mengumpulkan energi yang besar untuk disampaikan ke penonton dalam satu take. Takut dan ragu juga,” kata Hana saat konferensi pers Selasa (25/11) lalu usai pementasan di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat.
Hana, yang berperan sebagai Ratu Kalinyamat, tidak hanya berlatih akting. Dia juga berlatih gestur hingga olah vokal.
“Kalau di film semua serba kecil, bahkan lirikan aja nggak perlu besar. Di sini semua harus serba lebih besar karena suara harus nyampai ke ujung,” papar aktris 34 tahun tersebut.
Hana juga harus mencari tahu tentang sosok Ratu Kalinyamat yang diperankannya.
“Karena waktunya sedikit akhirnya aku banyak diskusi dengan tim penulis, orang yang lebih paham mengenai sejarah Ratu Kalinyamat, dan orang-orang yang punya sumber paper-nya. Beberapa dari internet juga,” ujar Hana.
Pementasan Monoplay Melati Pertiwi juga menyimpan cerita menarik bagi Tika Bravani,yang memerankan Rasuna Said. Dia harus belajar dialek Minangkabau.Meski punya darah Minang, namun Tika mengaku tidak fasih menggunakan dialek tersebut.
Dia belajar kepada saudaranya yang menetap di sana untuk melafalkan skenario.“Pakai voicenote tuh dikasih tahu dialeknya,” tutur Tika.
Isyana Sarasvati juga melakukan hal serupa. Dia melibatkan kedua orang tuanya untuk menjiwai peran sebagai S.K. Trimurti.
Dari sang ibu yang asli Jawa Tengah, pelantun lagu Ragu Semesta itu belajar logat dan intonasi bicara orang Jawa.
Sedangkan dengan sang ayah, Isyana menggali lebih dalam informasi tentang S.K. Trimurti. Sebab, pahlawan nasional tersebut tidak banyak dibahas di masa sekolah.
“Kebetulan bapakku dosen dan pernah bertemu dengan almarhumah S.K. Trimurti, pernah mewawancarai. Mau tahu vibe-nya, orangnya kayak apa waktu itu untuk nambah wawasan biar bisa menghidupkan karakternya,” papar Isyana.
Monoplay Melati Pertiwi juga menampilkan Marcella Zalianty sebagai Laksamana Malahayati, Maudy Koesnaedi sebagai Nyi Ageng Serang, dan Glory Hillary sebagai Christina Martha Tiahahu.
Perhelatan tersebut menyajikan kisah-kisah pahlawan nasional perempuan dan menyelami dunia mereka yang belum banyak diketahui atau dibahas publik. (shf/len/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida