Langkah ini diambil untuk mengejar target penyaluran Bansos tahun anggaran 2025 agar tuntas terbayarkan sepenuhnya hingga akhir Desember.
Pencairan yang dilakukan pada bulan terakhir tahun ini sebagian besar berfokus pada pencairan susulan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bantuannya belum sempat tersalurkan pada periode sebelumnya, khususnya bulan November.
Total ada 9 jenis bantuan sosial yang siap dicairkan atau dilanjutkan penyalurannya.
1. BLTS Sembako/Kesra (Rp900.000)
Bantuan tambahan ini akan tetap disalurkan melalui KKS dan PT Pos Indonesia. Penting bagi KPM yang belum sempat mengambil bantuan ini di titik komunitas atau kantor pos untuk segera mencairkannya di bulan Desember.
2. Bantuan Pangan (Beras 20 kg dan Minyak Goreng 4 liter)
Penyaluran untuk 18,27 juta KPM penerima BPNT ini akan dikebut tuntas bagi daerah yang jadwal penyalurannya belum tiba hingga akhir November.
3. Penebalan BPNT Juni–Juli (Rp 400.000)
Bantuan khusus ini ditargetkan bagi KPM yang merupakan hasil peralihan penyaluran dari PT Pos ke KKS baru, namun saldo BPNT periode Juni–Juli mereka belum masuk.
4. Bantuan PKH Tahap Kedua (susulan)
5. Bantuan PKH Tahap Ketiga (susulan)
6. BPNT Tahap Kedua (susulan)
7. BPNT Tahap Ketiga Tahun 2025 (susulan)
Pencairan keempat item ini tergantung pada SK Kemensos. KPM bisa menerima satu tahap, atau dua tahap sekaligus.
8. Bantuan PKH Tahap Keempat (pencairan susulan)
9. Bantuan BPNT Tahap Keempat (pencairan susulan)
Kedua bantuan tahap keempat ini menjadi prioritas penyelesaian akhir tahun.
Pemerintah menargetkan semua Bansos tahun anggaran 2025, khususnya pencairan susulan dan tahap akhir, tuntas terbayarkan sebelum akhir Desember.
KPM yang statusnya sudah menunjukkan SPM (Surat Perintah Membayar) di sistem SiKS-NG perlu siaga. Status ini menandakan bahwa dana sudah di ambang batas eksekusi ke rekening penerima.
Editor : Siti Aeny Maryam