LombokPost-Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertindak cepat menindaklanjuti laporan antrean panjang penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang terjadi di sejumlah kantor pos.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kerumunan dan menimbulkan kegaduhan apabila tidak segera ditangani.
Mensos meminta PT Pos Indonesia segera melakukan langkah konkret untuk mencegah penumpukan warga pada saat penyaluran bantuan.
“Saya minta PT Pos segera mengambil langkah agar tidak terjadi penumpukan dalam penyaluran Bansos,” ujar Gus Ipul dikutip dari JawaPos.com, Minggu (30/11).
Ia menegaskan pentingnya pengaturan jadwal kedatangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara terstruktur dan proporsional dengan melibatkan pemerintah daerah, pendamping sosial, serta aparat setempat.
Tujuannya agar proses penyaluran berjalan tertib dan manusiawi. “Jangan sampai ada keributan. Kita pastikan semua berjalan tertib, aman, dan manusiawi,” kata dia.
Gus Ipul memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan.
Ia menekankan PT Pos harus menyediakan jalur layanan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas agar mereka tidak perlu berdesakan atau menunggu panjang.
“Lansia dan disabilitas harus mendapat layanan khusus. Mereka tidak boleh ikut antre panjang. Ini prinsip dasar pelayanan yang berkeadilan,” katanya.
Selain itu, Mensos menegaskan peran para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan aparat kelurahan sangat dibutuhkan untuk membantu pengaturan warga di lapangan sehingga penyaluran BLTS dapat berjalan lancar dan tertib.
Saat ini, penyaluran BLTS telah menjangkau 20 juta KPM. Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Pos terus melakukan pemantauan di seluruh provinsi guna memastikan proses distribusi berlangsung tepat sasaran.
Gus Ipul menyebut BLTS menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. “Kita ingin bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, tanpa hambatan dan tanpa menyulitkan mereka,” ujarnya.
Gus Ipul juga mengimbau masyarakat mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan agar tidak terjadi penumpukan. “Datang sesuai jadwal, ikuti arahan petugas. Bantuan ini tidak akan hilang, tidak akan berkurang. Semua pasti mendapatkan jatah sesuai haknya,” tegas Gus Ipul.
Editor : Akbar Sirinawa