Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 9.558 relawan dari 226 lembaga telah bergerak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara hingga Sabtu (6/12). Angka ini menjadi yang tertinggi sejak fase tanggap darurat diberlakukan.
Para relawan tersebar di berbagai titik kritis dan menjalankan tugas strategis, mulai dari distribusi logistik, pengelolaan dapur umum, operasi pencarian dan pertolongan, pembukaan akses yang terputus, hingga layanan kesehatan dan pemulihan psikososial.
Setiap personel dibekali keterampilan khusus sesuai kebutuhan lapangan.
BNPB memastikan koordinasi berjalan ketat melalui mekanisme pentaheliks.
Kolaborasi antar-lembaga diperkuat melalui berbagi data, percepatan dukungan logistik, serta pengelompokan relawan sesuai kapasitas agar intervensi lebih efektif dan tepat sasaran.
Lonjakan relawan terlihat signifikan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan hasil monitoring nasional, pada 5 Desember 2025 tercatat 9.277 relawan dari 205 organisasi telah turun ke lapangan.
Sehari setelahnya, jumlah itu meningkat menjadi 9.558 relawan dari 226 organisasi, naik 10,24 persen dari sisi lembaga dan 3,03 persen dari sisi personel.
Secara keseluruhan, peningkatan ini menunjukkan respons kemanusiaan yang semakin terstruktur dan adaptif dalam menghadapi memburuknya kondisi banjir dan longsor di Sumatera.
BNPB berharap tren positif ini dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan penyintas dan memperkuat efektivitas operasi pada masa tanggap darurat.
Editor : Marthadi