Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan bahwa program BSU ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Selanjutnya, pihaknya akan segera melakukan pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menurut Suyitno, total alokasi BSU yang disiapkan mencapai Rp 270 miliar. “Bantuan itu diberikan kepada guru non-ASN dan non-sertifikasi (belum mendapatkan TPG),” ucapnya.
Merujuk pada program BSU tahun 2025, setiap guru akan mendapatkan Rp 600 ribu per dua bulan, yang akan didistribusikan secara langsung kepada penerima.
Suyitno berharap BSU dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru, terutama bagi mereka yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan belum menerima TPG.
Selain itu, kata Suyitno, Kemenag telah menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan besaran TPG bagi guru non-ASN. Sebelumnya, pendidik mendapatkan TPG Rp 1,5 juta per bulan. Kemudian, Presiden memutuskan menambahkannya menjadi Rp 2 juta per bulan.
Dalam puncak perayaan Hari Guru Nasional (HGN) di TMII Jakarta (6/12) lalu, Suyitno juga menyebut Kemenag mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk bantuan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di bawah naungan Kemenag. Anggaran tersebut diharapkan bisa digunakan untuk kegiatan pengembangan profesi guru di tingkat paling bawah, seperti program pelatihan.
Editor : Redaksi Lombok Post