Bantuan tersebut diangkut melalui jalur darat sebanyak lima sorti dengan total 9,85 ton dan tujuh sorti via jalur udara dengan total 4,93 ton.
Pengiriman kali ini didominasi bahan pangan, menyusul tingginya kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Distribusi jalur darat menyasar Kabupaten Pidie dan Bireuen, membawa paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan ibu dan bayi, bahan pangan, hygiene kit, dan peralatan darurat seperti lampu emergency.
Sementara jalur udara difokuskan pada daerah yang aksesnya masih terhambat, meliputi Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Armada yang dikerahkan antara lain helikopter BNPB, pesawat caravan, dan Caracal TNI AU.
Sejak 28 November hingga 10 Desember 2025, total bantuan yang masuk ke pos mencapai 448,6 ton, dengan 334 ton di antaranya sudah terdistribusi.
Sebanyak 114,5 ton sisanya masih dalam proses percepatan pengiriman, termasuk logistik nonpangan seperti tenda, matras, terpal, kasur lipat, lampu solar, perahu karet, hingga perangkat internet Starlink.
BNPB menegaskan, pencatatan dan manajemen logistik di pos pendamping berjalan baik sehingga tidak ada penumpukan barang. Seluruh bantuan ditargetkan tidak tersimpan lebih dari dua hari mengingat tingginya dukungan masyarakat yang terus mengalir.
Perkembangan Operasi SAR
Memasuki hari ke-13, BNPB mencatat total korban meninggal dunia mencapai 969 jiwa, naik lima dari hari sebelumnya. Jumlah korban hilang juga menurun menjadi 252 jiwa, sementara total pengungsi tercatat 894.501 jiwa.
Rinciannya, Provinsi Aceh mencatat 391 korban meninggal, 31 hilang, dan 831.124 warga mengungsi.
Di Sumatra Utara, korban meninggal sebanyak 340 jiwa, 128 hilang, dan 45.965 mengungsi.
Sementara Sumatra Barat melaporkan 238 meninggal, 93 hilang, dan 17.412 mengungsi.