Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BNPB Genjot Distribusi 448 Ton Bantuan ke Aceh, Korban Meninggal Tembus 969 Jiwa

Marthadi • Kamis, 11 Desember 2025 | 13:22 WIB

 

Armada truk BNPB yang akan digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik melalui jalur darat dari Pos Pendamping Nasional di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (10/12)
Armada truk BNPB yang akan digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik melalui jalur darat dari Pos Pendamping Nasional di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (10/12)
LombokPost - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan distribusi bantuan logistik dari Pos Pendamping Nasional bencana hidrometeorologi di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Hingga Rabu (10/12) pukul 14.00 WIB, tercatat 14,78 ton bantuan kembali dikirimkan ke wilayah Aceh.

Bantuan tersebut diangkut melalui jalur darat sebanyak lima sorti dengan total 9,85 ton dan tujuh sorti via jalur udara dengan total 4,93 ton.

Pengiriman kali ini didominasi bahan pangan, menyusul tingginya kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Distribusi jalur darat menyasar Kabupaten Pidie dan Bireuen, membawa paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan ibu dan bayi, bahan pangan, hygiene kit, dan peralatan darurat seperti lampu emergency.

Sementara jalur udara difokuskan pada daerah yang aksesnya masih terhambat, meliputi Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Armada yang dikerahkan antara lain helikopter BNPB, pesawat caravan, dan Caracal TNI AU.

Sejak 28 November hingga 10 Desember 2025, total bantuan yang masuk ke pos mencapai 448,6 ton, dengan 334 ton di antaranya sudah terdistribusi.

Sebanyak 114,5 ton sisanya masih dalam proses percepatan pengiriman, termasuk logistik nonpangan seperti tenda, matras, terpal, kasur lipat, lampu solar, perahu karet, hingga perangkat internet Starlink.

BNPB menegaskan, pencatatan dan manajemen logistik di pos pendamping berjalan baik sehingga tidak ada penumpukan barang. Seluruh bantuan ditargetkan tidak tersimpan lebih dari dua hari mengingat tingginya dukungan masyarakat yang terus mengalir.

Perkembangan Operasi SAR

Memasuki hari ke-13, BNPB mencatat total korban meninggal dunia mencapai 969 jiwa, naik lima dari hari sebelumnya. Jumlah korban hilang juga menurun menjadi 252 jiwa, sementara total pengungsi tercatat 894.501 jiwa.

Rinciannya, Provinsi Aceh mencatat 391 korban meninggal, 31 hilang, dan 831.124 warga mengungsi.
Di Sumatra Utara, korban meninggal sebanyak 340 jiwa, 128 hilang, dan 45.965 mengungsi.
Sementara Sumatra Barat melaporkan 238 meninggal, 93 hilang, dan 17.412 mengungsi.

Editor : Marthadi
#operasi SAR Aceh #distribusi bantuan bencana #logistik bencana hidrometeorologi #korban meninggal Aceh #bnpb aceh