LombokPost – Sejumlah bank penyalur Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 dilaporkan telah memulai proses pencairan dana secara bertahap, memberikan angin segar menjelang akhir tahun anggaran.
Berdasarkan laporan terbaru, transaksi Bansos BPNT tahap 4 mulai terdeteksi sejak 11 Desember.
Kepala daerah dan pendamping sosial diimbau untuk segera menginformasikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar rutin mengecek saldo Bansos mereka.
Pencairan Bansos yang paling signifikan dilaporkan terjadi pada pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama dari Bank Mandiri.
Sejumlah KPM pemegang KKS Bank Mandiri lama melaporkan bahwa saldo BPNT tahap 4 sudah masuk ke rekening mereka, bahkan dengan bukti transaksi dari tabungan Simakmur.
Tak hanya itu, pemegang KKS lama dari Bank BRI dan Bank BSI juga dilaporkan mulai menerima aliran dana BPNT tahap 4 ini. Bukti penarikan dan transaksi sudah mulai bermunculan dari berbagai daerah.
Sementara itu, proses pencairan di Bank BNI masih mencatat progres yang sangat terbatas. Hingga saat ini, hanya sebagian kecil KPM pemegang KKS lama BNI yang melaporkan saldo BPNT mereka masuk.
Mayoritas KPM dari bank penyalur ini masih harus bersabar menunggu giliran.
Meskipun demikian, pemerintah diperkirakan akan menyelesaikan seluruh pencairan paling lambat tanggal 20 Desember, mengingat tenggat waktu penutupan tahun anggaran semakin dekat.
Dengan mulai cairnya BPNT tahap 4 ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat penerima manfaat dapat terbantu, terutama menjelang perayaan akhir tahun.
KPM diminta untuk segera mengambil tindakan proaktif:
1.Cek Saldo Berkala: Pantau saldo KKS Anda melalui ATM atau agen penyalur secara rutin.
2.Tidak Panik: Jika belum cair, harap tidak panik, sebab proses penyaluran masih berjalan bertahap.
3.Pastikan KKS Aktif: Segera pastikan kartu KKS Anda masih dalam kondisi aktif dan siap digunakan.
4.Abaikan Hoaks: Hindari informasi hoaks atau yang tidak bersumber resmi yang beredar di media sosial.
Penyaluran BPNT tahap 4 ini merupakan tahap terakhir tahun 2025. Oleh karena itu, setelah dana masuk dan dicairkan, saldo KKS tidak akan terisi kembali.
KPM diimbau untuk menggunakan dana tersebut seefektif mungkin untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Editor : Prihadi Zoldic