Warga harus berjalan kaki melewati sungai yang tergerus banjir bandang.
Jembatan bailey yang dibangun oleh TNI Yon Zipur untuk menghubungkan Provinsi Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan via Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, resmi selesai dan dapat dimanfaatkan sejak Sabtu (13/12).
Jembatan ini memungkinkan kendaraan roda dua dan empat melintas, namun akses untuk kendaraan roda empat menuju Desa Garoga saat ini terhambat akibat kondisi sungai yang rusak parah setelah banjir bandang.
Pada Minggu (14/12), terlihat banyak warga yang menggunakan jembatan darurat ini.
Sebagian besar adalah korban banjir bandang yang membawa barang-barang mereka ke desa tetangga, meskipun harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyeberangi area terdampak.
Pembangunan jembatan Bailey merupakan langkah penting dalam mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan. Mengingat musim liburan akhir tahun yang telah tiba, kawasan tersebut diingatkan bukan untuk dijadikan destinasi wisata.
“Cuaca diperkirakan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Warga dan tim penanggulangan bencana diminta tetap waspada,” ujar BNPB.
Editor : Marthadi