Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hian Eng, Putri Pendiri Jawa Pos The Chung Sen, Berkunjung ke Surabaya setelah Tiga Dekade Lebih

Lombok Post Online • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:21 WIB

 

Hian Eng di Kantor Jawa Pos di Graha Pena Surabaya Lantai 4 (2/12).
Hian Eng di Kantor Jawa Pos di Graha Pena Surabaya Lantai 4 (2/12).

LombokPost - Bermula sebagai pekerja bioskop yang bertugas mengantar materi iklan ke media massa, The Chung Sen atau Suseno Tedjo lalu memilih menekuni koran.

Sang putri, Hian Eng, mengaku menikmati sajian edisi-edisi khusus Jawa Pos yang dikirimkan kepadanya ke London dalam lima tahun terakhir.

WAJAH Hian Eng tak mampu menutupi rasa haru dan bahagia. Untuk kali pertama, putri The Chung Sen itu menginjakkan kaki di Graha Pena, Surabaya, markas Jawa Pos, koran yang didirikan sang ayah pada 1 Juli 1949.

“Saya pikir, kalau orang tua saya melihat perkembangan Jawa Pos sekarang, mereka akan sangat bahagia,” ucap perempuan 90 tahun itu.

The Chung Sen melepas Jawa Pos pada 1982 dan memilih menyusul anak-anaknya yang sudah lebih dulu menetap di London, Inggris. Saat itu, Jawa Pos masih berkantor di bangunan dua lantai di kawasan Kembang Jepun, Surabaya.

“Saya tidak menyangka bisa seperti ini sekarang, pegawainya begitu banyak dan ramai, semua menyambut saya,” tuturnya saat berkunjung ke Graha Pena  pada 2 Desember lalu.

Setelah 70 tahun lebih berlalu, masih basah dalam ingatan Hian bagaimana kerja keras orang tuanya membesarkan Jawa Pos. Meski tak pernah melihat bagaimana ribuan koran dicetak tiap harinya, ia tak lupa bagaimana jerih payah para karyawan menghasilkan karya dalam kertas potongan yang besar-besar itu. Ayahnya dan para pegawai selalu terlihat sibuk.

“Waktu kecil saya suka datang ke kantor yang di Kembang Jepun itu, mejanya besaaar sekali,” kenangnya.

Koran tak hanya menjadi kenangan masa kecilnya. Beranjak dewasa, ketika dia harus pindah ke Belanda bersama kedua saudara laki-lakinya untuk melanjutkan pendidikan, koran juga menjadi penyampai pesan.

Selama sekitar lima tahun, dari Surabaya, sang ayah mengirimkan uang saku dengan menyelipkannya dalam koran. Itu cara pria yang juga dikenal dengan nama Suseno Tedjo tersebut untuk sekaligus mengabarkan bagaimana kondisi di Surabaya dan Indonesia.

“Kemudian sentimen terhadap Belanda di Indonesia semakin runcing, sehingga kami tak lagi bisa menerima kiriman dari Indonesia,” ucapnya.

Hian dan kakak-adiknya lantas memutuskan pindah ke London setelah lima tahun tinggal di Belanda. “Sampai akhirnya ayah dan ibu menyusul kami ke London di tahun 1982,” tuturnya.

Awalnya ke Singapura

Hian memang sudah lama sekali tak berkunjung ke Surabaya, tiga dekade lebih. Kunjungan terakhirnya pada Oktober 1991 ke Surabaya hanya untuk bertemu beberapa saudara.

Kunjungan ke Surabaya kali ini diakuinya tak direncanakan. “Sebenarnya saya mau menghadiri pernikahan seseorang di Singapura, tapi mendadak pernikahan itu dibatalkan,” ucapnya.

Daripada menghabiskan waktu di Singapura berminggu-minggu, Hian terpikir untuk mengunjungi kota masa kecilnya. Dia pun datang sendiri mengunjungi Surabaya yang sudah begitu berbeda dengan ingatannya dulu.

“Jujur saya penasaran dengan Jawa Pos sekarang karena melihat koran-koran yang dikirimkan ke saya,” ucapnya.

Hian memang beberapa kali menerima kiriman koran cetak Jawa Pos edisi khusus dalam lima tahun terakhir, baik edisi ulang tahun maupun edisi khusus pada perayaan lainnya. Dia mengaku menikmati semua sajian di dalamnya.

“Saya masih bisa menikmati isi korannya, meskipun saya mulai lupa beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Tapi, saya lebih suka ketimbang koran yang ada di London,” jawabnya.

Dia pun menyematkan harapan agar Jawa Pos bisa semakin sukses dan terus melebarkan sayap. Terbukti, tambahnya, di tengah gempuran pertumbuhan media digital, Jawa Pos masih mampu bertahan sebagai koran cetak.

“Kalau bisa semakin luas. Meskipun saya tidak pernah benar-benar berkecimpung di media massa, saya yakin apa yang kalian lakukan ini bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya. (Retno Dyah Agustina, Surabaya/ttg/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#jawa pos #koran #Karyawan #pegawai #graha pena