Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MIM Foundation Salurkan Amanah Masyarakat NTB ke Aceh dan Sumatera Barat

Kimda Farida • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:05 WIB
SOLIDARITAS: Relawan MIM Foundation telah 11 hari bertugas di lokasi banjir Agam dan Aceh Tamiang, mendirikan dapur umum dan mendistribusikan bantuan bagi ribuan pengungsi.
SOLIDARITAS: Relawan MIM Foundation telah 11 hari bertugas di lokasi banjir Agam dan Aceh Tamiang, mendirikan dapur umum dan mendistribusikan bantuan bagi ribuan pengungsi.

LombokPost--Aksi kemanusiaan MIM Foundation, lembaga sosial asal NTB, terus berlanjut di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor parah.

Relawan yang diberangkatkan dari Mataram sejak Selasa (9/12/2025) kini telah sebelas hari bergerak di titik-titik terdampak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Bencana yang dipicu curah hujan tinggi ini telah menelan korban jiwa yang signifikan.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (17/12) mencatat korban meninggal mencapai 1.059 orang.

Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan ribuan keluarga terpaksa mengungsi dengan kondisi serba terbatas.

“Kondisi di lapangan masih belum stabil. Banyak warga terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah mereka hanyut atau rusak berat. Di Aceh Tamiang, pasokan listrik juga belum pulih sepenuhnya,” ujar Relawan MIM Foundation, Sukmadi Farid Sabri, saat dikonfirmasi, Kamis (18/12).

Baca Juga: Pegadaian Praya Gandeng Mahasiswa KKN Undikma, Gelar Baksos dan Sosialisasi Investasi Emas di Desa Landah

Sejak tiba di Sumatra Barat, tim relawan langsung melakukan asesmen mendalam, khususnya di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Fokus aksi tahap awal adalah pemenuhan kebutuhan dasar korban.

Hingga saat ini, MIM Foundation telah mendirikan posko dapur umum yang memproduksi makanan siap saji setiap hari, mendistribusikan air bersih, serta menyalurkan paket sembako bagi warga yang mengungsi dan terdampak.

Farid menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan masyarakat NTB.

“Terima kasih kepada masyarakat NTB yang telah mempercayakan amanah mulia ini. Bantuan yang disalurkan sangat bermanfaat bagi para pengungsi,” katanya.

Aksi kemanusiaan ini direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2025.

Ke depan, MIM Foundation menargetkan perluasan bantuan berupa layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan trauma healing bagi pengungsi yang masih mengalami trauma akibat bencana.

Baca Juga: Kemenag Buka Lagi Pendaftaran Pesantren 1 Januari 2026, Aturan Baru Makin Ketat Pasca Tragedi Al-Khaziny!

“Saat ini ada empat relawan kami yang bertugas di Aceh Tamiang. Kami berharap bencana ini segera berlalu dan Sumatra dapat pulih. Doa dan dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan,” tutup Farid, mewakili tim relawan yang masih bertugas di lokasi bencana.

Editor : Kimda Farida
#MIM Foundation