LombokPost – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan marathon ke tiga kabupaten terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (18/12).
Kunjungan ini menegaskan instruksi Kepala Negara agar seluruh langkah penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur dipercepat tanpa tapi demi keselamatan masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden ingin memastikan masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian.
Baca Juga: MIM Foundation Salurkan Amanah Masyarakat NTB ke Aceh dan Sumatera Barat
Target: Puluhan Ribu Hunian Sementara (Huntara)
Lokasi pertama yang ditinjau adalah Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam. Di sini, Presiden melihat langsung proses pembangunan sekitar 100 Huntara. Secara total, Pemerintah berkomitmen membangun puluhan ribu Huntara di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera.
“Beliau menengok pengungsi yang mulai hari ini sudah dibangunkan hunian sementara. Fokus kita sekarang adalah hunian sementara, dan jika memungkinkan, segera dilakukan relokasi menjadi hunian tetap (Huntap),” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Huntara Selesai Sebulan, 1.568 Dokter Siap Jadi Relawan di Wilayah Bencana
Infrastruktur: 35 Jembatan Bailey & Jalur Lembah Anai
Usai dari Agam, Presiden Prabowo bertolak ke Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, untuk meninjau progres Jembatan Bailey Padang Mantuang. Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan secara kolaboratif oleh aparat TNI bersama masyarakat.
Mensesneg menjelaskan bahwa ada sekitar 35 Jembatan Bailey yang sedang dibangun serentak di seluruh wilayah terdampak untuk memulihkan akses transportasi yang terputus.
Baca Juga: Kemenag Siapkan Bantuan Pemulihan Layanan Pendidikan dan Keagamaan di Aceh dan Sumatera
Tak berhenti di situ, titik krusial berikutnya adalah kawasan Lembah Anai. Sebagai urat nadi nasional, Presiden meminta perbaikan struktur jalan dan pembersihan material banjir di area ini dipercepat agar jalur utama Padang menuju Bukittinggi segera tersambung kembali secara normal.
Sentilan Lingkungan dan Mitigasi Bencana
Selain perbaikan fisik, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas terkait "pekerjaan rumah" besar di sektor lingkungan. Kepala Negara meminta jajaran Gubernur hingga Bupati untuk memperketat kawasan.
Penertiban kawasan hutan. Izin pertambangan. Izin usaha di bantaran sungai.
Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi jangka panjang agar bencana serupa tidak kembali menghantam pemukiman warga di masa depan. Pemerintah berkomitmen memastikan Sumbar pulih lebih kuat dan lebih aman.
Editor : Kimda Farida