LombokPost – Indonesia selangkah lagi akan mengukir sejarah besar di Tanah Suci. Pemerintah Indonesia saat ini sedang memasuki tahap akhir proses akuisisi lahan untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.
Proyek ambisius ini bertujuan untuk memberikan fasilitas penginapan yang lebih layak, dekat, dan eksklusif bagi jemaah haji serta umrah asal tanah air.
Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan perkembangan positif ini kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Masuk Dua Besar dari 90 Kandidat
Lahan yang menjadi incaran Indonesia berlokasi di kawasan Western Hindawiyah, dengan jarak hanya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Rosan mengungkapkan bahwa Indonesia telah berhasil menyisihkan puluhan pesaing lainnya dalam proses bidding.
“Dari sekitar 90 bidang lahan yang ditawarkan, Indonesia berhasil masuk dalam dua besar kandidat. Proses bidding di Arab Saudi bukan sekadar soal harga, tapi penilaian desain dan rencana pembangunan,” ujar Rosan.
Hasil akhir pemenang bidding ini diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan ini atau Januari 2026 mendatang.
Pertama di Dunia: Status Tanah 'Hak Milik'
Satu hal yang paling fenomenal dari proyek ini adalah status kepemilikan lahannya. Berkat regulasi baru di Arab Saudi, Indonesia berpeluang menjadi institusi asing pertama yang memiliki tanah dengan status Hak Milik di Makkah dan Madinah.
“Lahan ini berstatus hak milik yang akan mulai berlaku pada Januari mendatang. Ini adalah yang pertama di Makkah yang dimiliki oleh institusi di luar Arab Saudi,” tegas Rosan.
Pelayanan Jemaah Lebih Optimal
Dengan adanya Kampung Haji ini, pemerintah optimis kenyamanan jemaah Indonesia akan meningkat drastis. Lokasi yang sangat dekat dengan pusat ibadah diharapkan dapat menambah kekhusyukan para jemaah. Selain itu, proyek ini dirancang di dua lokasi berbeda untuk mengatur arus lalu lintas dan logistik jemaah secara lebih efektif.
Pemerintah Arab Saudi dikabarkan sangat mengapresiasi keseriusan Indonesia. Mereka menilai Indonesia sebagai mitra strategis yang berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam pembangunan di Makkah dan Madinah di masa depan.
Editor : Kimda Farida