LombokPost - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan peringatan keras terkait keselamatan transportasi laut di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Mengingat tingginya aktivitas kapal wisata, logistik, hingga kapal nelayan di wilayah tersebut, Menhub menegaskan bahwa keselamatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Dalam pembukaan Kampanye Hari Keselamatan di Manado, Menhub Dudy menyoroti risiko besar yang mengintai jika operator kapal mengabaikan prosedur teknis.
“Sekali saja terjadi kelalaian, taruhannya adalah nyawa manusia. Keselamatan harus menjadi keputusan pertama, bukan pilihan terakhir,” tegas Menhub Dudy di hadapan ratusan pelaku maritim.
Lonjakan Penumpang 39 persen & Ancaman Cuaca Ekstrem
Peringatan ini menjadi sangat krusial mengingat periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sudah di depan mata.
Kemenhub memprediksi jumlah penumpang angkutan laut nasional akan meledak hingga 2,62 juta orang, atau naik hampir 39 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di saat beban penumpang meningkat, Indonesia juga tengah dihantam cuaca ekstrem, mulai dari gelombang tinggi hingga angin kencang. Menhub meminta para nakhoda untuk tidak egois dan selalu memantau informasi BMKG.
“Menunda keberangkatan jauh lebih bijak daripada mempertaruhkan keselamatan. Jangan memaksakan berlayar jika kondisi tidak aman,” imbuhnya.
Instruksi Khusus: Ramp Check Harga Mati!
Menhub Dudy secara resmi menginstruksikan Ditjen Perhubungan Laut untuk memperketat pengawasan di lapangan, meliputi:
Ramp Check: Pemeriksaan kelaiklautan kapal secara menyeluruh.
Standar Muatan: Memastikan tidak ada kapal yang kelebihan beban (overkapasitas).
Verifikasi Teknis: Memastikan seluruh peralatan keselamatan berfungsi 100 persen.
Aksi Nyata: Ribuan Life Jacket & Dokumen Gratis
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, melaporkan bahwa kampanye ini diikuti oleh 250 peserta dari berbagai elemen.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenhub membagikan bantuan alat keselamatan dan dokumen pelaut secara cuma-cuma, di antaranya: 1.065 unit Life Jacket. 10 unit Life Buoy.
534 Pas Kecil dan 103 Buku Pelaut Merah.
Dengan sinergi antara pemerintah, nelayan, dan pelaku usaha, diharapkan budaya keselamatan pelayaran ini menjadi gaya hidup baru demi mewujudkan laut yang aman dan pariwisata Sulawesi Utara yang mendunia.
Editor : Kimda Farida