Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Haul Gus Dur Sentil Konflik Internal Elite PBNU

Lombok Post Online • Senin, 22 Desember 2025 | 07:27 WIB
Gus Dur. (Istimewa)
Gus Dur. (Istimewa)

LombokPost - Konflik internal PBNU sering disinggung dalam haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12) malam.

Termasuk keterkaitannya dengan izin tambang dari pemerintah.

Seperti diketahui, saat ini terjadi dualisme pucuk pimpinan PBNU. Gus Yahya merasa masih Ketum PBNU meski sudah diberhentikan oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Syuriah sudah menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.

Sorotan soal konflik PBNU juga disampaikan Alissa Wahid. Beberapa hari lalu, ketika sedang di Tebuireng, Jombang, Alissa menyebut konflik PBNU tersebut tak bisa dilepaskan dengan izin pengelolaan tambang.

Seperti diketahui PBNU menjadi salah satu ormas yang dapat ‘’hadiah’’ izin  mengelola tambang dari pemerintah.

Musyawarah Kubro Wacanakan MLB

Sejumlah tokoh NU mengadakan Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Minggu (21/12). Pantauan Radar Kediri Grup Jawa Pos, hasilkan tiga kesepakatan.

Pertama, memohon agar kedua belah pihak melakukan islah selambatnya tiga hari terhitung sejak kemarin pukul 12.00. Kedua, jika tidak ditemukan kesepakatan untuk islah, kedua belah pihak harus menyerahkan mandat. Atau dipaksa membentuk panitia muktamar yang netral.

“Paling lama satu hari ke depan. Terhitung sejak batas akhir islah,” jelas Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, membacakan kembali hasil musyawarah kubro.

Ketiga, jika opsi satu dan  dua tidak dapat dipenuhi, para peserta bersepakat untuk mencabut mandat. Kemudian mengusulkan diselenggarakan muktamar luar biasa (MLB).

“Adapun waktu, yang waktunya, paling lambat sebelum rombongan haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan,”  katanya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Haji #mUKTAMAR #pondok pesantren #PBNU #haul