LombokPost--Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) secara terbuka memberikan klarifikasi menyeluruh mengenai sejumlah isu yang mengemuka terkait kepemimpinannya.
Klarifikasi ini disampaikan untuk menjaga kepercayaan dan integritas organisasi.
1. Soal Undangan Peter Berkowitz di AKN-NU
Gus Yahya menyatakan kehadiran Peter Berkowitz sebagai narasumber Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU adalah “kecelakaan” yang tidak diduga.
Ia menegaskan tidak mengetahui afiliasi pro-Israel Berkowitz sebelumnya.
Materi yang disampaikan berkaitan dengan HAM universal, tanpa membahas Israel-Palestina.
Gus Yahya mengakai kekurangcermatannya dan telah meminta maaf publik. Sebagai tindak korektif, kegiatan AKN-NU telah dihentikan sesuai arahan Rais Aam.
2. Klarifikasi Tuduhan TPPU dan Dana 100 Miliar
Menanggapi isu dana Rp100 miliar yang masuk ke rekening PBNU, Gus Yahya membantah keras tuduhan pencucian uang (TPPU) dan penyuapan.
Ia menjelaskan, dana tersebut dilaporkan oleh Bendahara Umum saat itu, Mardani H. Maming.
Setelah diverifikasi, Rp20 miliar merupakan sumbangan operasional, sedangkan sisanya dikembalikan.
Gus Yahya menegaskan tidak ada indikasi TPPU dalam putusan pengadilan Maming yang telah inkrah.
3. Konteks Konsesi Tambang dan Arahan Presiden
Terkait isu pengalihan konsesi tambang, Gus Yahya menyatakan hal tersebut tidak benar.
Ia mengaku pernah mendiskusikan percepatan produksi tambang milik NU dengan Presiden Prabowo Subianto, yang berharap aset tersebut segera memberi manfaat.
Hasil diskusi telah dilaporkan kepada Rais Aam. Gus Yahya menegaskan tidak memiliki kuasa dan tidak berniat mengalihkan pengelolaan konsesi.
4. Posisi Hukum dan Ajakan Islah
Gus Yahya menegaskan keabsahannya sebagai Ketua Umum berdasarkan AD/ART NU dan SK Kemenkumham.
Keputusan Rapat Harian Syuriyah yang memberhentikannya dinilai melanggar aturan.
Baca Juga: DPRD Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi NTB Semester Kedua, Optimistis Lebih Melejit Lagi 2026
Di akhir pernyataan, Gus Yahya menyambut positif seruan islah (rekonsiliasi) dari para sesepuh NU dan menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan organisasi.
Editor : Kimda Farida