Tak tanggung-tanggung, akumulasi saldo Bansos yang masuk mencapai angka sebesar Rp 2,7 juta.
Pencairan masif ini merupakan langkah pemerintah mengejar target serapan anggaran sebelum tutup tahun. Bagi warga yang sempat terkendala penyaluran bantuannya, momen ini menjadi angin segar yang dinanti-nanti.
Dilansir dari kanal Info Bansos, besarnya nominal yang diterima KPM disebabkan oleh skema penyaluran multi-bansos atau gabungan beberapa bantuan sekaligus.
Pertama, adanya pencairan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) Tahap 4 untuk bulan Desember senilai Rp 600 ribu.
Kedua, bagi KPM yang sempat gagal salur pada tahap sebelumnya, pemerintah melakukan pembayaran rapel.
Ketiga, adanya tambahan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) bagi penerima BPNT murni yang tervalidasi sistem memiliki komponen PKH di akhir tahun.
Pencairan ini memang ditujukan bagi pembersihan data di akhir tahun. Terutama untuk kartu KKS lama yang sempat pasif namun kembali aktif karena data NIK-nya berhasil dipadankan.
Laporan mengenai masuknya saldo akumulasi ini mulai bermunculan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Beberapa KPM di wilayah Sulawesi dan NTB melaporkan adanya lonjakan saldo di rekening KKS mereka tanpa adanya notifikasi SMS sebelumnya.
Penyaluran dilakukan bertahap. Puncaknya diprediksi terjadi pada hari Selasa ini. Bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI terpantau mulai melakukan pengiriman dana secara masif.
Warga disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui mesin ATM atau Agen Bank terdekat seperti BRILink, guna memastikan dana sudah masuk ke kantong masing-masing.
Bagi Anda pemilik KKS lama namun mendapati saldo masih nihil, jangan buru-buru panik. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Cek Status Melalui Pendamping: Segera hubungi pendamping sosial setempat untuk melihat status di aplikasi SIKS-NG.
Pastikan Status SI: Jika pada sistem sudah berstatus Standing Instruction (SI), artinya dana hanya tinggal menunggu antrean antarmuka bank (interface) untuk masuk ke rekening.
Padankan Data: Pastikan tidak ada kendala pada verifikasi rekening. Jika terjadi "Gagal Cek Rekening", segera lakukan perbaikan data melalui operator desa.
Dengan waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun, KPM diharapkan aktif berkomunikasi dengan petugas sosial agar bantuan yang menjadi hak mereka tidak kembali ke kas negara.
Editor : Siti Aeny Maryam