Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Islah di Lirboyo! Konflik PBNU Berakhir, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama

Marthadi • Kamis, 25 Desember 2025 | 21:53 WIB

Rais Aam KH Miftachul Akhyar (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam pertemuan di Pesantren Lirboyo, Kamis (25/12). (Foto: Istimewa/Pesantren Lirboyo)
Rais Aam KH Miftachul Akhyar (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam pertemuan di Pesantren Lirboyo, Kamis (25/12). (Foto: Istimewa/Pesantren Lirboyo)
LombokPost - Ketegangan panjang di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencair. Silaturahim para kiai sepuh di Pesantren Lirboyo menjadi titik balik yang mengakhiri konflik pucuk pimpinan NU.

Babak baru dalam dinamika internal PBNU resmi dimulai. Islah antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akhirnya tercapai dalam pertemuan bersejarah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12).

Pertemuan yang berlangsung khidmat dan tertutup tersebut diprakarsai para Masyayikh dan Mustasyar NU. Kedua pimpinan tertinggi PBNU itu duduk satu meja, mengakhiri sengketa internal yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Sebagai solusi terbaik bagi jam’iyah, kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.

“Alhamdulillah, hari ini kita menjadi saksi peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami sepakat bahwa jalan terbaik bagi NU adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, usai pertemuan.

Musyawarah ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya juga digelar di Lirboyo. Para Masyayikh menilai konflik yang dipicu keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam—yang dinilai tidak sesuai AD/ART NU—harus diselesaikan secara bermartabat melalui islah dan Muktamar yang sah.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah melalui proses dialog dan perdebatan panjang, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah.

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah tokoh sentral NU, di antaranya KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU. Kehadiran para kiai sepuh menjadi penegas pentingnya rekonsiliasi demi keutuhan organisasi.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, konflik internal PBNU dinyatakan berakhir. Kepemimpinan PBNU hingga Muktamar mendatang tetap berjalan di bawah KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.

Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama guna mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.

“Kami akan segera membentuk panitia Muktamar dan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” pungkas Gus Yahya.

Editor : Marthadi
#Islah PBNU #gus yahya PBNU #konflik PBNU #Muktamar Ke 35 NU #Berita NU Terkini