Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Salurkan Tunjangan Khusus bagi 16.000 Guru Terdampak Bencana di Sumatera

Redaksi Lombok Post • Jumat, 26 Desember 2025 | 04:56 WIB

Acara peletakan batu pertama untuk Hunian Sementara bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (13/12).
Acara peletakan batu pertama untuk Hunian Sementara bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (13/12).
LombokPost – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan tunjangan khusus bagi ribuan guru yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera.

Bantuan ini menyasar pendidik di 52 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan negara terhadap dedikasi guru yang tetap mengajar di tengah situasi darurat.


Penyaluran tunjangan didasarkan pada Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Nomor 24 Tahun 2025. Regulasi ini mengatur petunjuk teknis penyaluran tunjangan khusus bagi guru di daerah terdampak bencana alam atau kondisi darurat lainnya.

Data Kemendikdasmen mencatat sebanyak 16.500 guru ditetapkan sebagai penerima dengan besaran Rp 2 juta per orang. Pemerintah telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 32,8 miliar untuk program ini.

Koordinator Tim Kerja Aneka Tunjangan Puslapdik Kemendikdasmen, Wendi Kuswandi, menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan dengan mekanisme khusus agar bantuan cepat terserap.

“Mekanismenya, verifikasi dan validasi tetap dilakukan, namun tidak semua syarat harus dipenuhi. Yang terpenting guru tersebut terdata di Dapodik dan tercatat mengajar di daerah 3T yang terdampak bencana,” kata Wendi dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).

Wendi menambahkan, tunjangan ini mencakup periode satu bulan. "Penyaluran tahap pertama telah dimulai pada 24 Desember 2025 dan akan dilanjutkan secara bertahap," ucapnya.

Dampak Bencana terhadap Sektor Pendidikan
Bencana di Sumatera memberikan dampak yang cukup masif terhadap ekosistem pendidikan. Hingga 14 Desember 2025, tercatat 25.936 guru dan tenaga kependidikan serta 276.249 siswa terdampak. Kabar duka juga menyelimuti sektor ini dengan laporan 15 guru dan 52 siswa meninggal dunia.

Kerusakan infrastruktur juga cukup parah, di mana 3.274 satuan pendidikan mengalami dampak kerusakan.

"Dampak kerusakan meliputi 6.431 ruang kelas, serta kerusakan pada bangunan pendukung dan fasilitas sanitasi sekolah," tegas Wendi.

Prioritas Ruang Kelas Darurat dan Logistik Belajar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat.

Pihak kementerian telah menyiapkan sejumlah bantuan logistik dan fasilitas, di antaranya:

2.873 unit ruang kelas darurat untuk pembelajaran sementara.

141.335 paket perlengkapan belajar (buku, alat tulis, seragam, tas, dan sepatu).

16.239 paket perlengkapan keluarga untuk kebutuhan dasar di pengungsian.

Kemendikdasmen saat ini masih terus melakukan pemutakhiran data, terutama untuk wilayah-wilayah di Aceh dan Sumatera Utara yang akses komunikasinya masih terbatas akibat bencana. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat terus diperkuat guna mempercepat proses pemulihan layanan pendidikan.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Guru #Dapodik #kemendikdasmen #Sumatra