Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pertanian Masa Depan! BRIN & UGM Duet Maut Kembangkan Mekatronika Cerdas: Ubah Sawah Tradisional Jadi 'Smart Farming' Canggih!

Nurul Hidayati • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:44 WIB
BRIN dan UGM mengembangkan teknologi Mekatronika Cerdas pada sektor pertanian dan biosistem.
BRIN dan UGM mengembangkan teknologi Mekatronika Cerdas pada sektor pertanian dan biosistem.

LombokPost - Wajah pertanian Indonesia bersiap memasuki era baru yang lebih canggih dan efisien. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) resmi menggandeng Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan teknologi Mekatronika Cerdas pada sektor pertanian dan biosistem.

​Sinergi besar ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengawinkan kepakaran akademis UGM dengan infrastruktur riset mutakhir milik BRIN.

​Misi Besar: Pertanian Berbasis Data dan Otomasi

​Kepala PRMC BRIN, Yanuandri Putrasari, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset nasional.

Fokus utamanya adalah melahirkan teknologi yang tidak hanya canggih di atas kertas, tetapi aplikatif di lapangan.

​“Ruang lingkup kerja sama ini mencakup riset penerapan mekatronika cerdas pada smart farming, pemanfaatan tenaga ahli, hingga penggunaan bersama sarana riset,” ujar Yanuandri.

​4 Pilar Utama Kolaborasi BRIN-UGM

​Kolaborasi ini tidak hanya soal riset di laboratorium, melainkan mencakup ekosistem inovasi yang lengkap.

​Riset Bersama: Pengembangan sensor dan instrumen cerdas untuk sektor pertanian.

​Pendidikan Inovatif: Program magang, praktisi mengajar, dan pembimbingan mahasiswa untuk mencetak "insinyur tani" masa depan.

​Kegiatan Ilmiah: Penyelenggaraan seminar, workshop, dan publikasi internasional bersama.

​Pengembangan SDM: Dukungan bagi peneliti dan dosen untuk menempuh studi lanjut.

​Menjawab Tren 'Advanced Technology'

​Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Lilik Sutiarso, mengakui bahwa sektor pertanian saat ini sangat membutuhkan sentuhan teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

​"Dalam aspek teknis, kami membutuhkan kolaborasi untuk memperkuat kompetensi agriculture and biosystem engineering. Terlebih dengan tren smart technology, kerja sama dengan BRIN menjadi sangat krusial," ungkap Lilik.

​Tur Fasilitas: Mengintip Laboratorium Robotika

​Usai seremoni, rombongan UGM berkesempatan meninjau langsung "dapur" inovasi BRIN di KST Samaun Samadikun. Mereka mengunjungi berbagai fasilitas kelas dunia, mulai dari Laboratorium Biomekatronika, Laboratorium Dinamika dan Kontrol, hingga Workshop Robotika dan Laboratorium Autonomous.

​Kerja sama ini menjadi angin segar bagi ketahanan pangan nasional. Dengan masuknya teknologi mekatronika ke sawah dan perkebunan, diharapkan efisiensi produksi meningkat, biaya operasional turun, dan yang terpenting: sektor pertanian kembali menjadi magnet bagi talenta muda Indonesia.

Editor : Pujo Nugroho
#Indonesia #ugm #BRIN #Pertanian #Smart Farming