LombokPost - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan dana darurat senilai Rp 268 miliar untuk penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar). Kemenkeu juga sudah menyalurkan dana tanggap darurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dana darurat itu diperuntukkan bagi tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota yang terkena banjir bandang dan longsor di Sumatera.
Menurut dia, dana tersebut merupakan program presiden. Kabupaten/kota mendapatkan Rp 4 miliar dan Rp 20 miliar per provinsi.
”Itu sudah dicairkan semua,” ujarnya.
Selain dana darurat, pemerintah juga menyalurkan dana tanggap darurat melalui dana siap pakai dan cadangan bencana ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk bencana di Sumatera, BNPB mengajukan tambahan anggaran Rp 1,4 triliun pada 18 Desember. Sebesar Rp 650 miliar dialokasikan untuk penanganan di wilayah Sumatera.
Saat ini, kata Purbaya, dana siap pakai yang masih tersedia mencapai Rp 1,51 triliun. Dia menekankan percepatan pencairan dilakukan sebelum pergantian tahun anggaran.
Pemakaian Anggaran
Dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang telah berjalan.
”Itu untuk tahun ini juga kalau sudah ada yang dibangun ya bisa dicharge ke kami, kami cairkan. Melalui channel BNPB tadi,” kata Purbaya.
Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi jangka menengah, pemerintah mulai menyiapkan anggaran melalui APBN 2026.
Estimasinya berkisar Rp 51 triliun hingga Rp 60 triliun malah.
Pemulihan Kelistrikan
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, skala kerusakan jauh lebih masif dibanding tsunami Aceh 2004. ”Saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di delapan titik, sedangkan bencana kali ini di Aceh ada 442 titik. Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif,” paparnya.
Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, jaringan listrik di 15 daerah telah pulih 100 persen. Namun, delapan daerah masih dalam proses pemulihan. ”Tiga daerah dengan pemulihannya yang masih paling rendah adalah Aceh Tengah 70,8 persen desa sudah menyala,” tuturnya.
Dua daerah lainnya adalah Bener Meriah (83,6 persen dari 194 desa) dan Gayo Lues (69,9 persen dari 95 desa). PLN masih mengandalkan jalur udara untuk distribusi material di sejumlah wilayah. (lyn/aph/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida