Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bulog Stop Impor Beras, Stok Beras Nasional Mencapai 3,39 Juta Ton

Lombok Post Online • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:42 WIB

 

TAK IMPOR LAGI: Para pekerja mengangkat karung-karung beras di gudang Bulog di Lambaro, Provinsi Aceh, Senin (29/12). Sejak 2025, Bulog tidak mengimpor beras lagi.
TAK IMPOR LAGI: Para pekerja mengangkat karung-karung beras di gudang Bulog di Lambaro, Provinsi Aceh, Senin (29/12). Sejak 2025, Bulog tidak mengimpor beras lagi.

LombokPost - Perum Bulog menegaskan tidak akan mengimpor beras sepanjang 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan, pemerintah akan mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian dengan membeli gabah langsung ke petani.

Bahkan bila ada potensi ekspor ke negara lain akan dipertimbangkan.

”Sejak 2025 kita tidak pernah impor lagi. Kita maksimalkan produk dari para petani lokal. Bahkan kalau ada potensi ekspor dan negara lain membutuhkan, kita siap mengekspor,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Senin (29/12).

Pemerintah juga menggelontorkan anggaran ke Bulog agar dapat menyerap gabah petani lebih optimal. Pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram dan dibeli langsung di lokasi panen.

Menurut Ahmad Rizal, mekanisme pembelian langsung di sawah selama ini dinilai efektif karena memberikan kepastian harga bagi petani. Setelah panen, gabah ditimbang dan langsung dibeli sesuai prosedur yang telah diterapkan Bulog.

Bulog juga akan meningkatkan sistem serapan gabah dengan menerapkan digitalisasi transaksi. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan, kemudahan pendataan, serta transparansi dalam proses pembelian gabah.

”Dengan sistem digital, transaksi lebih aman dan mudah terdata. Data langsung tercatat secara online,” jelasnya.

Sementara itu, Bulog ditugasi untuk menyalurkan minyak goreng hasil Domestic Market Obligation (DMO) mulai Januari hingga Desember 2026. Bulog bersama ID Food dan Agrinas Palma akan menerima sekitar 35 persen dari total DMO nasional.

Bulog saat ini telah menyiapkan fasilitas pergudangan untuk distribusi minyak goreng DMO. Minyak goreng tersebut akan ditempatkan di gudang Bulog di berbagai daerah sebelum disalurkan langsung ke pasar. ”Tujuan pemerintah adalah memotong rantai distribusi. Kalau rantainya terlalu panjang, harga di pasaran akan semakin mahal,” ujar Ahmad Rizal.

Tambah Cadangan Beras

Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan bisa menyerap gabah petani 2 juta sampai 2,5 juta ton pada saat panen raya nanti. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berencana menambah Cadangan Beras Pemerintah naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton tahun depan.

Menurut dia, Bulog akan menjadi ujung tombak penyerapan hasil panen petani untuk menjaga stabilitas harga gabah dan beras. ”Bulog yang pegang stoknya. Ini sama seperti beras, minyak goreng, dan pangan lainnya,” tegasnya.

Menurut Amran penguatan serapan beras menjadi kunci agar panen raya 2026 yang diperkirakan datang lebih awal tidak berdampak pada penurunan harga di tingkat petani. Dengan cadangan yang kuat, pemerintah dapat memastikan produksi petani terserap optimal. Saat ini stok nasional dinilai sangat kuat. Per akhir Desember 2025, stok beras nasional tercatat mencapai 3,39 juta ton. Menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Produksi Padi di Indonesia

Luas Lahan Pertanian

Agustus 2024: 1,02 Juta Ha

Agustus 2025: 1,11 Juta Ha

Bertambah: 0,09 Juta Ha

Gabah Kering Panen

Agustus 2024: 6,12 Juta Ton

Agustus 2025: 6,73 Juta Ton

Bertambah: 0,61 Juta Ton

Gabah Kering Giling

Agustus 2024: 5,12 Juta Ton

Agustus 2025: 5,63 Juta Ton

Bertambah: 0,51 Juta Ton

Beras

Agustus 2024 : 2,95 Juta Ton

Agustus 2025 : 3,21 Juta Ton

Bertambah: 0, 29 juta ton

Sumber: survei BPS Agustus 2025 (nad/wan/r3)

Editor : Kimda Farida
#nasional #Pertanian #bulog #Beras #impor