Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ribuan Pelayat Antar Pimpinan PMD Gontor KH Amal Fathullah Zarkasyi ke Pemakaman, Cendekiawan Muslim yang Tak Segan Menerima Koreksi

Lombok Post Online • Senin, 5 Januari 2026 | 11:05 WIB

 

KEHILANGAN BESAR: Ribuan pelayat mengikuti prosesi pemakaman pimpinan PMDG KH Amal Fathullah Zarkasyi di Ponorogo, Minggu (4/1).
KEHILANGAN BESAR: Ribuan pelayat mengikuti prosesi pemakaman pimpinan PMDG KH Amal Fathullah Zarkasyi di Ponorogo, Minggu (4/1).
 

LombokPost - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengenang pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 2020–2026 Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi sebagai sosok teladan yang gigih memperjuangkan hak santri.

Dalam posisi sebagai pimpinan pondok sebesar PMDG pun, almarhum tetap dekat dengan santri.

Juga terbiasa berkomunikasi serta tak segan menerima koreksi.

“Kalau ternyata ada pendapat yang lain yang lebih tepat, beliau tak segan menerima koreksi. Ini satu keteladanan yang menurut saya sangat baik, di mana kadang-kadang orang tidak mau mendengar pendapat,” jelas alumnus Gontor 1978 itu setelah mengikuti pemakaman KH Amal di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (4/1), sebagaimana dilansir Radar Ponorogo Grup Jawa Pos.

Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal menyebut, almarhum wafat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, pada Sabtu (3/1) pukul 12.14 dalam usia 75 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan. Ulama kelahiran 4 November 1949 itu meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Bersama KH Akrim Mariyat, KH Sahal, dan KH Amal memimpin pondok lima tahun terakhir.

“Saya orang yang paling tahu tentang Pak Amal. Perjuangannya amat panjang dan tidak semuanya bisa disampaikan. Mari kita ikhlaskan beliau agar dilancarkan perjalanannya,” ujar KH. Sahal di sela prosesi pemakaman.

Ribuan santri, guru, alumni, hingga masyarakat khidmat mengikuti prosesi salat jenazah di Masjid Jami’, Gontor, Ponorogo, hingga ke pemakaman.

Sejak pagi, para pelayat bahkan telah memadati lingkungan pondok.

Mengabdi sebagai Pendidik. Kiai Amal merupakan putra keempat salah satu Trimurti pendiri PMDG: KH Imam Zarkasyi. Sepanjang hidupnya, Kiai Amal mengabdikan diri sebagai pendidik dan akademisi, termasuk menjabat rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor serta aktif di berbagai organisasi pendidikan nasional dan internasional.

Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga PMDG, Ponorogo. Suasana khidmat menyelimuti prosesi salat jenazah yang dipimpin langsung KH. Sahal. “Chemistry kami bertiga dalam memimpin pondok sangat kuat,” jelasnya.

Kepergian saudaranya itu diakuinya membuatnya terpukul. Terlebih, KH Amal berperan penting dalam hubungan kerja sama pondok dengan berbagai pihak.

“Saya berhari-hari pulang balik ke rumah sakit, berharap ada keajaiban dan masih bisa bersama, tapi tulisan di atas lebih baik daripada di bawah,” ungkapnya.

Alumnus Gontor lainnya, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin, menambahkan, meninggalnya KH Amal membawa duka mendalam bagi dunia keislaman. Tak hanya dikenal sebagai cendekiawan, almarhum juga aktif sebagai aktivis yang memiliki cita-cita tinggi. Salah satunya menghadirkan fakultas kedokteran di UNIDA Gontor.

“Dengan keikhlasan dan keimanan kita relakan kepergiannya,” ungkap alumnus PMDG 1975 yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005–2015 itu. (gen/kid/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#wafat #pemakaman #Gontor #pondok #organisasi