LombokPost - Pemerintah melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) melakukan gebrakan besar dalam menyongsong penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menindaklanjuti arahan tegas Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji memastikan proses tahun ini akan berjalan jauh lebih transparan dan akuntabel dengan pengawasan super ketat.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menjaga integritas.
Fokus kementerian terbagi dalam empat pilar: ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jemaah, dan tata kelola yang bersih.
Terkait kesiapan di Arab Saudi, Menhaj memberikan update yang cukup melegakan. Meski belum mencapai 100 persen secara keseluruhan, progres di lapangan menunjukkan hasil signifikan.
Transportasi & Konsumsi: Sudah siap 100 persen. Akomodasi Madinah: Mencapai 93 persen. Akomodasi Makkah: Ditargetkan rampung dalam satu minggu ke depan.
Prioritas Kesehatan dan Istithaah Selain teknis akomodasi, layanan kesehatan menjadi "harga mati".
Pemerintah memastikan pemenuhan syarat istithaah kesehatan sejak di tanah air hingga di Arab Saudi.
Tim medis dan sistem layanan kesehatan akan disiapkan secara maksimal untuk menjamin jemaah dapat beribadah dalam kondisi prima dan pulang sebagai haji yang mabrur.
"Kami berkomitmen menyelenggarakan haji 2026 ini secara profesional, transparan, dan benar-benar berorientasi pada perlindungan jemaah," pungkasnya.
Editor : Marthadi