Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pulihkan Anak, Bangkitkan Masa Depan, KPAI Kawal Ketat Penanganan Anak Pascabencana di Sumatra

Nurul Hidayati • Senin, 12 Januari 2026 | 19:14 WIB
TAK PATAH SEMANGAT: Ratusan siswa SD belajar di tenda pada hari pertama masuk sekolah di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
TAK PATAH SEMANGAT: Ratusan siswa SD belajar di tenda pada hari pertama masuk sekolah di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

LombokPost - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan perhatian serius terhadap kondisi anak-anak yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Sumatra.

KPAI menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak-hak anak tidak boleh terabaikan di tengah situasi darurat maupun pada masa pemulihan pasca-bencana.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma psikologis dan kehilangan akses pendidikan saat bencana melanda.

 Baca Juga: Anggaran Triliunan Cair! Kemensos Pastikan Bansos Korban Bencana Sumatra Segera Masuk Rekening, Ini Skemanya!

Oleh karena itu, KPAI mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan pemulihan anak sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan kembali wilayah terdampak.

Fokus Utama: Pendampingan Psikososial dan Pendidikan

KPAI menekankan bahwa pemulihan tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga rehabilitasi mental. Ada tiga poin krusial yang didorong oleh KPAI.

Layanan Dukungan Psikososial (LDP): Memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan dari ahli untuk mengatasi trauma agar tidak berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang mereka.

Kelangsungan Pendidikan: Mendorong penyediaan sekolah darurat yang layak dan bantuan alat tulis bagi anak-anak agar mereka tidak mengalami putus sekolah.

Pemenuhan Hak Dasar: Menjamin ketersediaan nutrisi, air bersih, serta ruang ramah anak di lokasi pengungsian maupun hunian sementara.

Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan Anak

KPAI juga mengapresiasi upaya berbagai pihak, namun mengingatkan pentingnya sinkronisasi data anak yang akurat.

Data yang valid diperlukan agar bantuan sosial dan layanan perlindungan tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang mungkin kehilangan orang tua atau keluarga akibat bencana.

"Memulihkan anak adalah investasi untuk membangkitkan masa depan bangsa. Kita harus memastikan mereka segera kembali ke kehidupan normal dengan rasa aman dan nyaman," ungkap perwakilan KPAI dalam pernyataan resminya.

KPAI berkomitmen untuk terus memantau dan melakukan pengawasan lapangan guna memastikan hak perlindungan anak benar-benar terpenuhi hingga proses pemulihan sosial ekonomi di wilayah Sumatra dinyatakan selesai.

Editor : Redaksi Lombok Post
#pendidikan #Anak #kpai #masa depan #Sumatra