Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mentan Amran Cetak Sejarah, Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Zulhas Sebut Terobosan Bersejarah

Marthadi • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:24 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Jakarta, Senin (12/1/2026)/(Istimewa).
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Jakarta, Senin (12/1/2026)/(Istimewa).
LombokPost – Kabar yang lama dinanti petani akhirnya datang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, harga pupuk bersubsidi resmi turun hingga 20 persen—dan menariknya, tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah bersejarah.

Ia memberikan pujian khusus kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) atas reformasi tata kelola pupuk subsidi yang dinilainya berhasil dan berdampak langsung ke petani.

“Ini kabar gembira. Ini terobosan Mentan dan Dirut Pupuk. Luar biasa, dengan subsidi tetap harga bisa turun 20 persen,” ujar Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Jakarta, Senin (12/1).

Zulhas menjelaskan, penurunan harga pupuk terjadi bukan karena penambahan subsidi, melainkan hasil pembenahan menyeluruh pada sistem dan regulasi.

Pemerintah tetap mempertahankan besaran subsidi, namun memperbaiki tata kelola agar penyaluran lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Sebagai contoh, harga pupuk urea bersubsidi kemasan 50 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp 112.500, kini turun menjadi Rp 90.000. Penurunan ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.

“Baru pertama kali dalam sejarah pemerintahan Republik Indonesia harga pupuk turun. Turunnya enggak sedikit, 20 persen. Seluruh pupuk subsidi,” tegas Zulhas.

Lebih jauh, ia menilai reformasi kebijakan pupuk yang diinisiasi Kementerian Pertanian membuka peluang pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan.

Perubahan skema tata kelola dari sistem cost plus menjadi market to market dinilai mampu meningkatkan efisiensi industri dan memperkuat daya saing nasional.

“Kalau cara membangunnya seperti ini, Indonesia akan maju. Harga pupuk turun, petani untung, industri pupuk berkembang,” katanya.

Diketahui, penurunan harga pupuk bersubsidi ini resmi berlaku sejak 22 Oktober 2025, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Kebijakan tersebut menjadi tonggak baru dalam program pupuk bersubsidi nasional.

Baca Juga: Peringatan Keras Bill Gates: AI Bisa Jadi Senjata Bioterorisme

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar pupuk bersubsidi tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau bagi petani.

“Ini adalah terobosan Bapak Presiden, tonggak sejarah revitalisasi sektor pupuk. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran. Kami menindaklanjutinya dengan langkah konkret: memangkas rantai distribusi dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” ujar Mentan Amran, Rabu (22/10/2025).

Editor : Marthadi
#mentan amran sulaiman #kebijakan pupuk nasional #pupuk subsidi turun 20 persen #Harga Pupuk Subsidi #zulkifli hasan