Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sindir Daerah 'Manja', Mendagri Tito Karnavian Tantang Kepala Daerah Cari Uang Sendiri, Jangan Cuma Tunggu Transfer Pusat!

Nurul Hidayati • Kamis, 15 Januari 2026 | 13:22 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan pesan menohok bagi para kepala daerah di awal tahun 2026.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan pesan menohok bagi para kepala daerah di awal tahun 2026.

LombokPost - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan pesan menohok bagi para kepala daerah di awal tahun 2026.

Dalam acara talk show "440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo" di IDN Headquarters (14/1), Tito menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin daerah tidak lagi diukur hanya dari seberapa besar mereka bisa menghabiskan anggaran, melainkan seberapa kreatif mereka menciptakan pendapatan.

Tito menekankan bahwa kemandirian fiskal adalah indikator utama kemajuan suatu wilayah. Menurutnya, daerah yang keuangan internalnya kuat akan jauh lebih fleksibel dalam mengeksekusi program pembangunan tanpa harus selalu "menengadahkan tangan" ke pemerintah pusat.

 Baca Juga: Pengamat Nilai Sikap Terbuka Mendagri Tito Tunjukkan Kepedulian di Masa Bencana

Kurangi Ketergantungan, Perkuat PAD Mendagri menyoroti masih banyaknya daerah yang sangat bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan transfer pusat karena sektor swasta lokal yang tidak bergerak.

Hal ini, menurutnya, harus segera diubah dengan inovasi dan keberanian mengambil kebijakan.

“Kalau kemandirian fiskal mereka kuat, dia membuat program apa saja gampang, mau ide apa pun itu bisa dieksekusi. Berpikirlah lebih banyak bagaimana mencari pendapatan, bukan hanya belanja,” tegas Tito Karnavian.

 Baca Juga: Pengamat Sebut Kebijakan Mendagri Tito Terkait Perbaikan Rumah Rusak Ringan Efektif Kurangi Pengungsi

Belajar dari Badung dan Bojonegoro Dalam kesempatan tersebut, Mendagri memuji beberapa daerah yang telah berhasil membangun basis ekonomi mandiri:

Kabupaten Badung (Bali): Sukses mengandalkan pajak hotel dan restoran dari sektor pariwisata. Timika & Bojonegoro: Berhasil mengelola kekayaan sumber daya alam untuk menopang APBD.

Penyederhanaan Izin Adalah Kunci Satu langkah strategis yang ditekankan Mendagri adalah penyederhanaan perizinan. Ia menilai kemudahan berusaha adalah magnet utama untuk menarik investor.

 Baca Juga: Atas Arahan Presiden, Mendagri Tito Minta Pengawasan Ketat Usai Kebakaran Terra Drone

Kepala daerah diminta aktif berdialog dengan pelaku usaha dan Kadin untuk merumuskan kebijakan yang pro-investasi.

“Gimana mau dapat pendapatan kalau izinnya dipersulit? Kreativitas kepala daerah dibutuhkan untuk mempermudah perizinan agar dunia usaha tumbuh,” tambahnya.

Menutup arahannya, Tito menegaskan bahwa daerah yang mampu menjaga pendapatan tinggi dan menghemat belanja secara otomatis akan tumbuh menjadi daerah maju yang inklusif, selaras dengan visi ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Editor : Kimda Farida
#Transfer Pusat #mendagri #PAD #tito karnavian #Anggaran #DAU