LombokPost - Nahdlatul Wathan (NW) turut membantu korban banjir Pulau Sumatra.
Melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf Nahdlatul Wathan (LAZAH NW), organisasi ini menyalurkan bantuan pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, sekaligus mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah terisolir Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Misi kemanusiaan ini menjadi cara NW menguatkan masyarakat terdampak bencana, menegaskan mereka tak sendirian.
Di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, LAZAH NW memfokuskan bantuan pada pemulihan pascabanjir bandang yang sebelumnya meluluhlantakkan permukiman warga.
Ketua Tim Relawan LAZAH NW Jamhuri Karim bersama TGH Zakaria, serta didampingi Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Sumatra Barat Ahmad Rafi’i menyasar dua lokasi utama.
Lokasi pertama berada di Desa Selayo, Kecamatan Kubung, di sana paket sembako hingga dana renovasi rumah diberikan.
“Dampak bencana ini sangat luar biasa. Kehilangan rumah bukan hanya soal fisik, tapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban,” ujar Jamhuri Karim.
Tim juga bergerak di Desa Muaro Bingai, memberi bantuan semisal beras, minyak goreng, serta santunan tunai.
“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga pesan persaudaraan. Mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini,” tegas Jamhuri Karim.
Usai menjalankan misi di Sumatra Barat, LAZAH NW melanjutkan langkah kemanusiaan ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, salah satu wilayah paling terisolir dengan tantangan geografis ekstrem.
Sebelumnya, NW juga telah menyalurkan bantuan sumur bor dan sembako di Aceh Tamiang serta Aceh Timur.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH M Zainuddin Atsani meminta relawan tetap bertahan di lapangan demi memastikan bantuan benar-benar menjangkau masyarakat pelosok.
“Ratusan paket sembako dan sarung telah didistribusikan di beberapa titik di Gayo Lues. Kami melibatkan pengurus dan relawan lokal agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Sekretaris Wilayah PWNW Aceh Tgk Faisal Kuba mengapresiasi langkah PBNW dan LAZAH NW yang menjangkau Gayo Lues.
Menurutnya, sinergi antarstruktur organisasi menjadi kunci utama agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah terpencil.
“Langkah ini menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat yang sering luput dari perhatian,” ungkapnya.
Sementara itu, Jamhuri Karim menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian keikhlasan dan tanggung jawab moral.
“Gayo Lues tidak mudah dijangkau. Namun di situlah nilai perjuangan itu diuji. Bantuan ini adalah titipan para donatur, amanah yang harus kami sampaikan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Melalui misi kemanusiaan di Solok dan Gayo Lues, Nahdlatul Wathan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas sosial. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic