Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Strategi "Gebrakan" 440 Hari Presiden Prabowo: Menkeu Purbaya Siapkan Subsidi Sektor Riil dan Sinkronisasi Fiskal-Moneter!

Nurul Hidayati • Senin, 19 Januari 2026 | 11:13 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini fokus pada pertumbuhan yang inklusif dan produktif.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini fokus pada pertumbuhan yang inklusif dan produktif.

LombokPost - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini fokus pada pertumbuhan yang inklusif dan produktif.

Dalam acara bertema "440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto", Menkeu mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil melewati fase kritis perlambatan ekonomi yang sempat terjadi di akhir 2025.

​Pemerintah bergerak cepat membalikkan tren penurunan aktivitas ekonomi pada Agustus-September lalu untuk mencegah gangguan pada stabilitas sosial dan politik nasional.

Baca Juga: Menpan RB Bertemu Menkeu Purbaya, Bahas Soal Kenaikan Gaji ASN

Tiga Mesin Ekonomi: Fiskal, Moneter, dan Sektor Swasta

Menkeu Purbaya memaparkan strategi "tiga pilar" yang akan dijalankan secara simultan untuk memastikan ekonomi tetap ekspansif:

​Akselerasi Belanja: Mempercepat realisasi belanja negara sebagai stimulus langsung ke masyarakat.

​Dorongan Sektor Riil: Menyiapkan pertimbangan subsidi atau insentif bagi industri yang membutuhkan, guna menciptakan laju pertumbuhan tinggi.

​Satgas Debottlenecking: Membentuk satuan tugas khusus untuk menghilangkan hambatan investasi dan memangkas birokrasi yang menghambat dunia usaha.

​Sinkronisasi dengan Bank Sentral

Satu poin krusial yang ditegaskan Menkeu adalah berakhirnya ketidaksinkronan antara kebijakan fiskal dan moneter yang sempat menahan efektivitas kebijakan tahun lalu.

​“Kami sudah diskusi lagi dengan Bank Sentral dan sekarang sudah dapat titik tengah. Fiskal dan moneter kini lebih sinkron untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar,” ungkap Menkeu Purbaya.

​Optimisme Pertumbuhan Inklusif

Menkeu memastikan bahwa ke depan, pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga kualitas dari pertumbuhan tersebut. Dengan terjaganya stabilitas makro dan sinkronnya arah kebijakan dengan Bank Indonesia, diharapkan dampak perbaikan struktural dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat luas.

​"Ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan," pungkasnya dengan nada optimis.

Editor : Kimda Farida
#investasi #menkeu #industri #Purbaya Yudhi Sadewa #bank sentral