LombokPost - Tahun 2025 mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan lagi sekadar barisan angka di dokumen negara, melainkan instrumen vital yang membiayai Asta Cita demi kesejahteraan langsung masyarakat.
Hingga laporan terbaru Januari 2026, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memaparkan realisasi berbagai program unggulan yang telah menjangkau pelosok negeri.
- Revolusi Gizi: Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program ini menjadi primadona dengan dampak ekonomi ganda.
Selain memenuhi asupan gizi, MBG berhasil menciptakan lapangan kerja masif di tingkat desa.
Realisasi Anggaran: Rp43,3 Triliun (per 31 Des 2025).
Penerima Manfaat: 56,13 Juta jiwa (Siswa, Balita, Ibu Hamil/Menyusui, dan Guru).
Ekosistem: 19.343 Central Kitchen (SPPG) yang menyerap 789.319 tenaga kerja.
- Transformasi Kesehatan: Preventif & Berkeadilan
Pemerintah menggeser fokus ke arah pencegahan penyakit dan penguatan infrastruktur daerah.
Cek Kesehatan Gratis (CKG): Melayani 70,8 juta penduduk dengan anggaran Rp2,1 Triliun.
Revitalisasi RS: Anggaran Rp3,2 Triliun dikucurkan untuk meningkatkan status RS Kelas D menjadi Kelas C, fokus pada penanganan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
- Pendidikan: Memutus Rantai Kemiskinan
Melalui tiga pilar utama, APBN 2025 memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal.
Sekolah Rakyat: Rp6,6 Triliun untuk 15.895 siswa kurang mampu di 166 sekolah.
Sekolah Unggul Garuda (SUG): Menyiapkan talenta masa depan dengan dukungan Dana Abadi Rp1,7 Triliun.
Revitalisasi Sekolah: Rp18,9 Triliun dialokasikan untuk perbaikan fisik sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.
- Kedaulatan Pangan & Ekonomi Rakyat
APBN bekerja keras di sektor riil untuk memastikan perut rakyat kenyang dan dompet terisi.
Ketahanan Pangan (Rp143,9 T): Penyaluran 8,1 juta ton pupuk subsidi, cetak sawah 69.000 hektare, dan pembangunan 20 bendungan.
Pembangunan Desa & UMKM (Rp34 T): Subsidi KUR untuk 4,6 juta debitur dengan plafon mencapai Rp270,1 Triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menegaskan bahwa fiskal yang kuat adalah kunci. Dengan realisasi yang tepat sasaran, APBN 2025 berhasil menjadi jembatan bagi visi Presiden Prabowo dalam memutus rantai kemiskinan dan menyiapkan Generasi Emas 2045.
Editor : Pujo Nugroho