LombokPost – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia resmi memulai persiapan rekrutmen besar-besaran untuk agenda sepuluh tahunan, Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Dalam upaya memotret struktur ekonomi nasional secara akurat, BPS mengumumkan pembukaan rekrutmen yang menargetkan sekitar 190.000 petugas lapangan dari berbagai kalangan.
Menariknya, selain peran strategisnya bagi negara, besaran honor yang ditawarkan sangat kompetitif, di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulannya.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, pencatatan linimasa sangatlah penting. Berdasarkan keterangan resmi, proses seleksi akan dimulai secara daring pada awal tahun ini.
Berikut adalah rincian jadwalnya rekrutmen Sensus Ekonomi 2026:
1. Januari 2026: Peluncuran Program Nasional.
2. Februari 2026: Pembukaan Pendaftaran secara Daring (Online).
3. Maret 2026: Seleksi Administrasi.
4. April 2026: Pelatihan dan Briefing Pra-registrasi petugas.
5. Tanggal 1 Mei – 31 Juli 2026: Masa Penugasan/Pelaksanaan Sensus Lapangan.
Pendaftaran akan difokuskan melalui kanal resmi, termasuk aplikasi Sobat BPS dan situs web resmi BPS di masing-masing wilayah untuk menjaga transparansi dan keamanan data pelamar.
Salah satu aspek yang paling banyak disorot adalah kompensasi. BPS memberikan apresiasi bagi para pejuang data dengan skema honorarium yang menarik.
Estimasi Honor petugas Sensus Ekonomi 2026 diperkirakan akan menerima pendapatan sebesar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan.
Nominal tersebut bersifat variatif, tergantung pada wilayah penugasan dan volume beban kerja (jumlah responden) yang menjadi tanggung jawab masing-masing petugas.
Selain pendapatan finansial, para petugas akan mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga dalam memahami dinamika ekonomi, mulai dari sektor mikro hingga korporasi besar dan ekonomi digital.
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengajak partisipasi aktif dari masyarakat luas.
"Kami butuh 190 ribu petugas di lapangan. Mahasiswa, dosen, dan akademisi silakan bergabung karena ini sifatnya padat karya se-Indonesia," ungkapnya.
Calon pelamar disarankan mulai menyiapkan dokumen pendukung sejak dini, antara lain:
1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang valid.
2. Pas foto terbaru.
3. Data pendukung lainnya (ijazah atau transkrip nilai bagi mahasiswa).
Sensus Ekonomi 2026 merupakan pilar penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi Indonesia untuk sepuluh tahun ke depan.
Partisipasi Anda sebagai petugas bukan hanya sekadar bekerja, melainkan berkontribusi langsung dalam membangun fondasi data nasional yang akurat.
Editor : Marthadi