Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Modifikasi Menu MBG selama Bulan Ramadan, Untuk Pesantren Digeser ke Sore Hari

Lombok Post Online • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:49 WIB

  

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan

LombokPost - Pemerintah memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan.

Namun, akan ada sedikit modifikasi menu atau hidangan.

Khususnya di sekolah mayoritas umat Islam yang anak-anaknya melaksanakan puasa.

“Sedangkan di sekolah basis masyarakat non-muslim, ibu hamil, dan balita, pelaksanaan MBG di bulan puasa nanti akan tetap seperti biasanya,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan setelah memimpin rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (29/1).

Untuk siswa muslim yang berpuasa, lanjut Zulkifli, akan diberi menu MBG kering. Menu tersebut, misalnya, roti, telur rebus, dan sejenisnya. Menu tersebut untuk dibawa pulang dan disantap saat berbuka.

Untuk pesantren, pemberian MBG digeser ke sore hari. Sebab, semua yang menghuni sudah pasti muslim dan berpuasa. Dengan demikian, menu MBG di pesantren bisa langsung disantap bersama saat jam berbuka.

Zulkifli menambahkan, tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) semakin bertambah dan sudah mencapai 22.091 unit. Sedangkan penerima manfaat mencapai 60 juta orang.

Dari sisi tenaga kerja, ujar Zulkifli, jumlah PPPK di Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertugas mengawal MBG tercatat 32 ribuan orang. Kemudian, pekerja yang ada di SPPG tercatat ada 924.424 orang.

“Ini mereka semua tenaga kerja langsung. Belum termasuk tenaga kerja di supplier bahan baku MBG,” katanya.

Awet Sampai Buka. Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui adanya kekhawatiran makanan akan basi saat dikonsumsi pada jam puasa. Namun, dia memastikan menu MBG untuk anak-anak muslim nanti sudah disesuaikan, sehingga tetap awet hingga jam berbuka puasa.

“Contohnya telur asin, telur rebus, telur pindang, susu, buah, kurma, abon, roti, atau penganan-penganan lokal yang bisa tahan sampai sore,” ungkapnya.

SPPG, lanjut Dadan, juga tidak akan menyajikan makanan dengan proses pengolahan ultra (ultraprocessing). Meskipun bisa tahan lama, dikhawatirkan makanan tersebut tidak memenuhi standar gizi MBG. (wan/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#ramadan #Makan Bergizi Gratis #Mbg #pesantren #menu